Dark/Light Mode

Prof Nasaruddin: Kunjungan Paus Perkuat Dialog Antaragama Di Indonesia

Senin, 2 September 2024 11:22 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Prof Nasaruddin Umar. (Foto: RM.ID/BCG)
Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Prof Nasaruddin Umar. (Foto: RM.ID/BCG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH Nasaruddin Umar menilai kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal pada 5 September nanti akan makin memupuk toleransi dan memperkuat dialog antar-agama di Indonesia. 

Mantan Wakil Menteri Agama ini mengatakan, Masjid Istiqlal, yang berarti 'Merdeka', kini telah menjadi simbol toleransi dengan adanya terowongan toleransi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. "Ini adalah satu-satunya di dunia," kata Prof Nasaruddin, dalam wawancara eksklusif dengan Rakyat Merdeka, di Masjid Istiqlal, pertengahan Agustus lalu.

Baca juga : Pesan Prof Nasaruddin: Sambut Paus Dengan Keramahan

Kata dia, terowongan toleransi, yang diresmikan beberapa waktu lalu, telah menjadi simbol global untuk harmoni antarumat beragama. 

"Mungkin ada yang tidak setuju, tapi itu adalah hak mereka. Namun, dunia mengakui bahwa ini adalah langkah maju dalam memperkuat toleransi," tambahnya.

Baca juga : Malam Ini, Jokowi Hadiri Penutupan Rapimnas Gerindra Di Indonesia Arena GBK

Prof Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa terowongan toleransi tersebut telah mendapatkan apresiasi internasional. Kiai Nasaruddin mengaku mendapat undangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjelaskan konsep dan realisasi dari terowongan toleransi ini. 

"Tempat lain belum memilikinya, dan ini menjadi bukti bahwa Indonesia terus menjadi pelopor dalam dialog antaragama," ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.