RM.id Rakyat Merdeka - Polres Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat menertibkan tindak Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).
Berdasarkan aduan masyarakat (Dumas), penertiban dilakukan karena dinilai meresahkan. Kapolres Bolsel, AKBP Indra Wahyu Majid memi?pin langsung penertiban tersebut.
Menurut dia, salah satu aduan masyarakat yang diterimanya berasal dari Aliansi Masyarakat Dumagin Bersatu (SIMAS DUMATU).
Baca juga : Pengamat Dukung Langkah Bahlil Wajibkan Pengusaha Tambang Bangun Smelter
"Mereka melapor tentang adanya dugaan tindak pidana perusakan lingkungan berupa penambangan emas ilegal di wilayah Bolsel yang di tandatangani lebih dari 400 masyarakat," kata Indra, dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2024).
Berdasarkan informasi diterima, Indra mengatakan, kawasan yang diirambah PETI tidak hanya kawasan Hutan Produksi, tapi juga mulai memasuki kawasan tambang berizin yang berinvestasi di kabupaten Boolang Mongondow Selatan.
"Dumas ini merespon keresahan masyarakat terhadap keberadaan PETI yang melakukan perusakan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang di lakukan dengan alat berat," jelas Indra.
Baca juga : Genjot Pengembangan Rumput Laut, Kemenko Marves Teken MoU Dengan IGCN
Selain alat berat seperti, excavator dan buldozer, Indra mengatakan terdapat penggunaan zat kimia berbahaya yang mencemari lingkungan berupa sianida dan airaksa.
Bahan-bahan itu digunakan mereka untuk memproses hasil tambang tanpa prosedur keselamatan ataupun sesuai aturan perundangan tentang pertambangan.
Indra memastikan, penertiban terhadap PETI dilakukan dengan cara humanis. Pada apel persiapan, dirinya menekankan kepada seluruh personel agar tidak ada kekerasan.
Baca juga : Semarakkan Hari Pelanggan Nasional, Pelita Air Hadirkan Berbagai Kegiatan Khusus
"Operasi telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Penertiban ini menegaskan komitmen Polres Bolsel dan Pemerintah Daerah dalam menjaga ketertiban serta mendukung investasi yang sah di wilayahnya," ujar Indra.
Sebagai informasi, aktivitas para PETI disinyalir menjadi penyebab utama banjir yang melanda di kawasan sekitar dengan temuan beberapa material yang turut hanyut dan bisa dipastikan residu dari aktifitas penambangan liar.
Diketahui, operasi penertiban melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, dinas lingkungan hidup (DLH), dan beberapa instansi terkait lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.