RM.id Rakyat Merdeka - Literasi finansial merupakan kunci pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sekarang makin marak bertumbuh di Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berupaya menjawab tantangan agar UMKM memiliki literasi finansial yang baik dengan menggelar rangkaian Workshop Business Mastery, UMKM Level Up Business Accelerator 2024.
Yuszak M Yahya, Financial Modelling Expert, salah satu Master Coach Professional membuka seminar ini
Peserta yang hadir berjumlah 25 UMKM binaan dengan top omzet pada program UMKM Level Up Business Accelerator 2024.
Ada Objective triangle yang terdiri dari, “Growth- Profit- Cash flow”. Tujuan bisnis itu bukan cuma mengejar profit saja, melainkan lebih memprioritaskan growth perusahaan.
Baca juga : Urusan Perumahan, Netizen Soroti Beda Nasib Rakyat dan Wakil Rakyat
Yuszak berpendapat bahwa, keberlanjutan adalah hal yang esensial dalam menjalankan usaha.
Hal ini kemudian didukung dengan literasi finansial yang mumpuni. Menurutnya, literasi finansial merupakan modal utama pengusaha UMKM yang mengembangkan bisnisnya.
Hal ini memungkinkan terbukanya kesempatan berkolaborasi bersama investor.
"Literasi finansial penting ditingkatkan sehingga tercipta keseimbangan dan negosiasi yang adil bagi dua belah pihak yang bekerja sama," ujar Yuszak
Materi literasi finansial yang dijelaskan juga meliputi prioritas utama dalam menjalankan usaha.
Baca juga : Dorong Pertumbuhan UMKM, APP Group Semarakkan Tjipta UMKM Fair 2024
“Omzet atau revenue itu rumusnya price dikali quantity. Naikin harga atau quantity penjualan untuk menaikkan omzet," ujarnya.
"Pada saat bertumbuh kita harus fokus pada volume, Bikin customer beli lebih banyak dan lebih sering, Cari strategi bisnis yang bisa naikin bisnis dengan risiko yang paling rendah," ujar Yuszak.
Yuszak juga menekankan bahwa, pelaku usaha harus memiliki mindset, omzet itu lebih penting daripada profit.
Hal itu dikarenakan peningkatan omzet lebih susah didapatkan dibandingkan profit.
“Peningkatan omzet dibutuhkan beberapa faktor eksternal, seperti minat pembeli, harga pasar, dan sebagainya," ujar Yuszak.
Baca juga : Program Kepemimpinan Strategis untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Sesi kedua workshop diisi dengan penjelasan tentang manajemen biaya. Yuszak menjelaskan ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam tiga frasa singkat, “Naik- Ubah- Pindah”.
Manajemen biaya ini berguna untuk meningkatkan profit usaha. Materi lainnya adalah Cash Flow Hacking. Materi cash flow hacking berguna untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan usaha jangka panjang.
Peserta dipandu oleh coach dan diberikan waktu 90 menit. Diskusi ini memfasilitasi ide-ide yang dimiliki oleh peserta untuk dituangkan dan mencapai target yang ditentukan.
Rangkaian Workshop Business Mastery ini merupakan Program Akselerasi Bisnis UMKM mendampingi sebanyak 73 UMKM Produsen dari berbagai sektor, yaitu Makanan dan Minuman (33 UMKM), Fashion (22 UMKM), Kerajinan Tangan (16 UMKM), dan Kerajinan Kulit (2 UMKM).
Diantara UMKM yang didampingi tersebut, terdapat 25 UMKM binaan dengan profil usaha yang jauh melebihi standar yang ditetapkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.