BREAKING NEWS
 

Pede Swasembada Pangan, Dina Hidayana Usul Adopsi Budaya Sisu Dari Finlandia

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 10 Oktober 2024 17:42 WIB
Pakar pertahanan dan pangan, Dina Hidayana. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar pertahanan dan pangan, Dina Hidayana merespon positif gagasan penguatan sektor pangan sebagai basis utama pertahanan negara, ala Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ini adalah langkah kongkrit, atau nyata.

"Sebuah negara tidak bisa mengklaim diri sebagai negara besar dan digdaya apabila masih menggantungkan sektor pangan sebagai fundamental pada negara atau bangsa lain," kata Dina dalam keterangannya, Kamis (10/10/2024).

Alumnus Doktoral Strategi Pertahanan Universitas Perahanan (Unhan) itu menilai, urusan pangan bukan sekadar menyoal kondisi hari ini, tapi menyangkut kualitas generasi masa depan. Jadi, dimensi pangan ini sangat luas, dan berdampak panjang.

Dina menyoroti ide Prabowo dengan upaya pelibatan multi aktor dalam mensintesa kompleksitas permasalahan sektor pangan dan pertanian Indonesia dari hulu ke hilir. Khususnya, dalam penguatan riset dan teknologi serta adaptasi transformasi yang terintegrasi.

Baca juga : Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan

Sehingga, swasembada pangan diharapkan bukan sekadar pengadaan produksi di masa tertentu, namun menyangkut sikap mental bangsa dalam memahami pentingnya kemandirian tanpa menabukan budaya tradisional.

Serta, perlunya mengelaborasi kekuatan baru berupa pengetahuan visioner, teknologi kekinian dan daya kolaborasi.

Adsense

Kemudian, Dina melihat budaya Sisu yang dimiliki Negara Finlandia yang memiliki kondisi iklim dan topografi relatif sulit, menarik untuk diadopsi sebagai pemantik inspirasi di Indonesia.

Sisu, katanya, bisa diartikan sebagai kombinasi tekad bulat, pendirian kuat, dan harga diri tinggi.

Baca juga : KPK Akan Supervisi KasusFirli Bahuri Di Polda Metro

"Bahkan perjuangan mencapai tujuan tetap difokuskan meskipun peluang keberhasilan mendekati nol," katanya.

Ceritanya, Finlandia masa itu, dengan melalui konsep Sisu, berhasil mendeklarasikan kemerdekaan di tahun 1917 dari cengkraman Rusia dan bahkan dikenal sebagai produsen telepon genggam Nokia yang sangat populer era 1990an.

"Dikenal sebagai negara dengan pola pendidikan terbaik, dibuktikan dengan pertumbuhan masif inovasi dan teknologi hingga saat ini sekalipun populasinya terbatas," katanya.

ingkat cerita, menilik World Happiness Report 2024, Finlandia dinobatkan sebagai negara paling bahagia dengan pendapatan per kapita tertinggi se dunia.

Baca juga : UGM Siap Kembangkan Hutan Wanagama Nusantara IKN Jadi Hutan Riset Dan Pendidikan

Selain itu, Newsweek 2010 menempatkan Finlandia sebagai negara terbaik di dunia, juga posisi pertama Indeks Manusia Dunia di tahun 2015.

Sisu di Finlandia, katanya, serupa dengan Ppali Ppali di Korea Selatan, Ganbaru di Jepang, Sumud di Palestina, atau alon alon waton kelakon di Jawa (Indonesia) yang intinya berarti spirit kegigihan menembus peluang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense