RM.id Rakyat Merdeka - Lima hari sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober, Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Kali ini, Jokowi menunjuk Wakil Menteri Pertahanan Herindra, sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan, Presiden sudah membicarakan pergantian ini dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Baca juga : Dipanggil Ke Kertanegara, 49 Tokoh Siap Membantu Prabowo
"Terkait proses pemberhentian dan pencalonan Kepala BIN telah dibicarakan atau didiskusikan dengan presiden terpilih," kata Ari dalam pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Ari pun menekankan Presiden memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan Kepala BIN setelah mendapatkan pertimbangan DPR.
Baca juga : Urusan Kabinet, Gibran Serahkan Ke Prabowo
Kabar reshuffle ini diketahui dari Surat Presiden (Surpres) ke DPR. Surat bernomor R51 yang diteken Jokowi pada 10 Oktober 2024 itu mengenai Permohonan Pertimbangan Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BIN. Kata Puan, dalam surat itu Presiden Jokowi mengusulkan satu nama.
"Isi Surpres penggantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra," kata Ketua DPR Puan Maharani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Baca juga : Presiden Jokowi Dipastikan Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran Di DPR
Puan mengatakan uji kelayakan dan kepatutan bagi Herindra akan digelar di DPR pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Herindra akan menggantikan Budi Gunawan yang telah menjabat sebagai Kepala BIN sejak 2016. Herindra juga terlihat ketika dipanggil oleh Prabowo ke kediamannya di Jalan Kertanegara Senin (14/10/2024) kemarin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.