Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi nggak mau ikut campur soal jumlah menteri yang akan diangkat dan dilantik Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Karena itu merupakan hak prerogatif Prabowo.
Kabar Prabowo akan mengangkat 44 menteri dalam pemerintahannya, lagi viral. Pasalnya, jumlah tersebut naik 10 dari jumlah menteri yang ada saat ini, 34 menteri.
Bertambahnya jumlah menteri karena ada beberapa kementerian yang kabarnya akan dipecah menjadi dua atau tiga. Pemecahan ini bertujuan agar para menteri dapat lebih fokus pada bidang masing-masing. Selain itu, akan ada lembaga dan badan setingkat kementerian.
Saat ditanyakan soal kabar tersebut, Jokowi meminta media menanyakan kepada Prabowo. “Kok ditanyakan kepada saya,” kata Jokowi, usai meninjau Gudang Bulog Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, seperti ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/9/2024).
Menurut Jokowi, pemilihan dan berapa menteri yang akan diangkat merupakan hak prerogatif presiden terpilih. “Karena sudah diberi mandat, diberi amanah oleh rakyat,” ungkap Kepala Negara.
Baca juga : Startup Didorong Merambah Sektor Pertanian Dan Perikanan
Sementara, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, susunan menteri pada kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka akan difinalisasi sebelum pelantikan, 20 Oktober mendatang. "Finalnya sebelum pelantikan Presiden terpilih," ucap Dasco, di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Dasco bilang, segala sesuatu yang disampaikan dan berkembang pada saat ini terkait isu jumlah menteri maupun nomenklaturnya, masih dinamis. Termasuk, soal Menteri Penerimaan Negara yang diisukan bakal dibentuk. "Bisa ada, bisa nggak, itu tergantung nanti finalisasi," sebut Dasco.
Senada dikatakan, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Kata Muzani, jumlah pasti menteri yang masuk dalam kabinet masih belum bisa diumumkan. Meski begitu, pembahasan susunan kabinet, termasuk nama menteri, sudah mengerucut.
"Finalisasi sudah mulai mengerucut ke portofolio, mungkin jumlah, dan nama-nama," ucap Wakil Ketua MPR ini.
Muzani memastikan, Prabowo akan memilih putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi posisi di kabinet. Prabowo akan memilih orang-orang yang memiliki keahlian dan profesionalisme di bidangnya masing-masing, sehingga mereka benar-benar memahami tugas yang akan dijalankan.
Baca juga : Catat, Nih 11 Larangan Kampanye Di Jakarta
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji menilai, kerangka kabinet memang hak Presiden terpilih. Urusan berapa jumlah kementerian, format dan komposisinya seperti apa, tergantung Prabowo. "Karena kabinet adalah instrumen Presiden untuk mencapai visi dan misinya," imbuh Sarmuji kepada Rakyat Merdeka, Kamis (26/9/2024).
Sementara, Juru Bicara PSI, Ariyo Bimmo menyatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya soal pembentukan kabinet kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. "PSI percaya Pak Prabowo akan membentuk zaken Kabinet dan memilih orang-orang terbaik untuk membawa Indonesia semakin maju," pungkas Bimmo.
Anggaran Kementerian Baru
Wakil Menteri Keuangan II yang juga politisi Partai Gerindra, Thomas Djiwandono mengatakan, anggaran untuk kementerian/lembaga baru akan diambil dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
BA BUN adalah bagian anggaran yang tidak dikelompokkan dalam bagian anggaran K/L.
Baca juga : Warga Dititipi Ember Isi Telur Nyamuk Wolbachia
Menurut dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 memberikan ruang diskresi atau penyesuaian bagi Prabowo. Diskresi itu di atas apa yang dicanangkan di program-program unggulan.
“Jadi dengan kaca mata itu, K/L pun yang misalnya ada pelebaran, ada perbanyakan, itu sudah tertampung dari discretionary account. Itu sudah dicadangkan di BA BUN," katanya, dalam media gathering Kementerian Keuangan, di Banten, Rabu (25/9/2024).
Kendati demikian, pria yang akrab disapa Tommy ini mengatakan, tidak tahu berapa anggaran yang akan dialokasikan. Pasalnya, belum diketahui pasti berapa banyak kementerian baru yang akan dibentuk.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya