Sebelumnya
“BBM rendah sulfur adalah sebuah kebutuhan. Kita semua tahu, kualitas udara kita saat ini kurang bagus, dan salah satu penyebabnya adalah BBM yang kita gunakan mengandung sulfur yang tinggi,” katanya.
Agus menambahkan, Pemerintah telah membuat peta jalan (road map), yang akan menjadi rujukan pelaksanaan pendistribusian BBM rendah sulfur di seluruh Indonesia. “Road map pemanfaatan BBM rendah sulfur sudah tersedia, pelaksanaannya akan mengikuti road map tersebut,” imbuhnya.
Di media sosial X, netizen mendukung upaya pengurangan emisi dan perbaikan kualitas udara. Pemerintah juga diminta mendukung penggunaan sarana mobilitas nol emisi, seperti sepeda.
Baca juga : Petahana Tak Pusingkan Kampanye Kotak Kosong
Akun @breeewkeley berharap, edukasi soal pengurangan emisi diberikan kepada anak sejak usia dini. “Senang lihat sekolah yang bebas emisi, anak-anak bisa pakai sepeda untuk ke sekolah dan dilakukan dengan kompak. Daripada diantar jemput naik kendaraan pribadi yang bikin macet jalan di depan sekolah,” katanya.
Akun @zhexlline meminta, Pemerintah tidak ragu belajar kepada negara lain soal pengurangan emisi. “Belanda dikenal dengan infrastruktur sepeda yang sangat baik dan sistem transportasi publik yang efisien. Mendorong penggunaan sepeda dan transportasi publik dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, sekaligus mengurangi emisi secara signifikan. Pelajaran ini menggarisbawahi pentingnya investasi dalam infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, akun @Endesumbogo menyatakan, selain membuat badan lebih sehat, bersepeda juga akan berkontribusi pada penurunan emisi dan perbaikan kualitas udara. “Sudah 2 tahun saya Bike to Work PP 40 km. Demi kesehatan, demi udara bersih, dan mengurangi emisi karbon, demi bumi yg lebih baik,” ungkapnya.
Baca juga : Politisi Senayan Berikan Sejumlah Catatan Penting
Akun @jackbeatbox12 menegaskan, tidak perlu malu berjalan kaki atau bersepeda, jika jarak tempuh tidak jauh. “1,5 km pulang pergi naik sepeda deket kok kalau di hitungnya pakai sepeda. Siapa tau nanti ini bisa jadi trend di tempat kerja yang pegawainya pakai sepeda pulang pergi kantor, pokoknya zero emisi dari proses berangkat kerja dan pulangnya,” harapnya.
Akun @alfisahrin34 menambahkan, dengan mengurangi emisi, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga berinvestasi untuk masa depan yang lebih bersih. “Mari mulai dari hal kecil, seperti menggunakan sepeda, menghemat energi, dan memilih produk yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, di masa depan kita bisa menikmati kesehatan dan lingkungan yang sehat,” tulisnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 21 Oktober 2024 dengan judul Dukung Pengurangan Emisi Dan Perbaikan Kualitas Udara, Bersepeda Itu Lebih Sehat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.