Dark/Light Mode

Pemilihan Wali Kota Surabaya

Petahana Tak Pusingkan Kampanye Kotak Kosong

Senin, 21 Oktober 2024 07:20 WIB
Cawalkot Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Istimewa)
Cawalkot Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kampanye kotak kosong dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim) meluas. Pasangan Calon Wali Kota (Cawalkot) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawalkot) Surabaya petahana, Eri Cahyadi-Armuji tidak resah dengan gerakan yang dilakukan oleh kelompok kotak kosong.

Cawalkot Surabaya, Eri Cahyadi meminta partai politik (parpol) pendukungnya tidak perlu resah dengan gerakan kotak kosong di Pilwalkot Surabaya. Dia meminta agar gerakan kelompok pendukung nomor urut 2 itu dibiarkan mengalir alamiah, tanpa perlu ditanggapi secara berlebihan.

“Masyarakat sudah bisa me­nilai program apa yang dirasakan, didapat dan apa yang dilakukan ke depan,” ujar Eri dalam keterangannya, Minggu (20/10/2024).

Eri mengatakan, tidak perlu menilai orang lain. Yang penting, kata dia, menilai diri sendiri dan menguatkan persatuan untuk membangun kota pahlawan ini. Bahkan, dia mengaku tak masalah jika masyarakat memilih kotak kosong.

“Yang pasti, mau siapa pun itu, ayo berjuang untuk Kota Surabaya, kita harus bersatu meletakkan ego, apa pun itu,” tandas Wali Kota Surabaya Petahana itu.

Baca juga : Politisi Senayan Berikan Sejumlah Catatan Penting

Selain itu, Eri memastikan, 18 parpol pengusungnya masih sejalan dan mengkampanyekan Eri-Armuji kepada masyarakat. Dia mengatakan, seluruh par­pol telah sepakat meletakkan ego di atas kepentingan semua masyarakat.

“Kami selalu yakin dengan ke­hidupan bahwa setiap kebaikan atau niatan dan amalan baik akan selalu dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Eri menambahkan, masyarakat sudah merasakan program nyata semasa pemerintahannya. Di antaranya, sekolah gratis, BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. “Jadi biarkan masyarakat menilai,” kata Politikus PDIP ini.

Diketahui, Eri-Armuji didukung18 parpol antara lain, PDIP, PAN, PKS, PKB, PPP, Demokrat, Gerindra, Golkar, NasDem, PSI, Hanura, PBB, PKN, Partai Garuda, Gelora, Partai Ummat, Perindo, serta Partai Buruh.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Novli Bernado Thyssen, mengatakan, masyarakat memiliki kebebasan untuk mensosialisasikan pilihan kotak kosong dalam Pilwalkot Surabaya 2024.

Baca juga : Jakarta Tetap Siaga Penanggulangan Banjir

“Tapi harus menjaga etika dan menaati aturan yang berlaku se­lama proses sosialisasi pilkada,” ujar Novli dalam keterangannya, Minggu (20/10/2024).

Dia menjelaskan perbedaan mendasar antara pasangan calon (paslon) tunggal dan kotak ko­song. Paslon tunggal, kata dia, memiliki tim kampanye, tim sukses dan petugas resmi yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sedangkan kotak kosong tidak memiliki tim kampanye yang terdaftar secara resmi. Tapi masyarakat diizinkan untuk terlibat aktif dalam sosialisasi kotak kosong,” katanya.

Meskipun KPU tidak mem­fasilitasi Alat Peraga Kampanye (APK) untuk kotak kosong, dia mempersilakan masyarakat un­tuk memasang baliho atau span­duk terkait sosialisasi pilihan ini kepada masyarakat. “Soalnya KPU hanya memfasilitasi paslon tunggal,” imbuhnya.

Novli mengingatkan, dalam proses sosialisasi kotak kosong, masyarakat harus tetap menghormati aturan dan tidak boleh melakukan kampanye negatif, menyebarkan informasi hoaks dan menghina atau menyerang paslon tunggal.

Baca juga : Rice Tuding Saliba Jadi Biang Kerok Kekalahan

Dia mengatakan, Bawaslu Surabaya memastikan kebebasan masyarakat dalam menyam­paikan aspirasi politik kotak kosong. Terpenting, kata dia, kampanye kotak kosong dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melanggar etika serta regulasi dalam Pilkada serentak 2024.

“Kalau seperti itu (menyebar­kan hoaks dan menyerang pal­son), maka tetap akan ditindak­lanjuti karena itu dilarang dalam regulasi,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 21 Oktober 2024 dengan judul Pemilihan Wali Kota Surabaya, Petahana Tak Pusingkan Kampanye Kotak Kosong

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.