RM.id Rakyat Merdeka - Nama Dedi Mulyadi masih dominan dalam survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Kamis (21/11).
Dalam survei yang digelar pada 14-20 November 2024, Dedi masih diurutan pertama Top of Mind dengan meraup 55,3 persen. Sementara di urutan kedua adalah Ahmad Syaikhu 12,1 persen, Acep Adang Ruhiat 2,2 persen, Jeje Wiradinata 1,9 persen, Ilham Akbar Habibie 0,6 persen dan lainnya 0,8 persen. Masih ada 27,1 persen yang belum menjawab.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut lonjakan dukungan kepada Dedi ini sudah terlihat sejak simulasi surat suara. “Jangan lupa bulan lalu yang secara spontan menyebut nama Dedi baru sekitar 47,5 persen,” kata Burhan saat memaparkan hasil survei.
Baca juga : Elektabilitas Tembus 53.1 Persen, Pengamat: Kemenangan Egi-Syaiful di Depan Mata
"Ini wajar ya, terutama pemilih yang sudah punya preferensi, terutama dalam simulasi 4 nama dan simulasi surat suara. Tapi ketika Oktober lalu itu mungkin belum punya kedekatan secara khusus," sambungnya.
Dedi yang berpasangan dengan Erwan Setiawan juga berhasil mencatatkan elektabilitas tertinggi mencapai 71,5 persen. Pasangan ini unggul jauh dibanding Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie dengan 16,4 persen, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina 4,4 persen, dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 4 persen.
Survei ini mencatat, popularitas Dedi Mulyadi mencapai 93 persen dan tingkat kesukaan sebesar 93,4 persen. Citra personal Dedi juga dinilai unggul dibanding kandidat lain, dengan nilai tertinggi pada atribut perhatian kepada rakyat sebesar 95,2 persen.
Baca juga : Survei Pilgub Jateng SMRC-Indikator Beda Jauh, Persepi Diminta Dalami
Sementara itu, Ahmad Syaikhu yang berada di posisi kedua menunjukkan penguatan elektabilitas, meski tidak signifikan.
Pasangan ini diuntungkan oleh dukungan solid dari partai pendukung, terutama PKS, yang basis pemilihnya dikenal militan. Meski demikian, selisih dukungan yang besar dengan Dedi-Erwan membuat upaya mengejar menjadi tantangan berat.
Survei ini melibatkan 800 responden dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dengan metode multistage random sampling. Tingkat kesalahan survei sebesar ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancarai langsung oleh pewawancara yang telah dilatih.
Baca juga : Hasil Survei Pilgub Jateng Beda, Idealnya Persepi Bedah Data SMRC dan IPI
Kualitas data dijamin melalui quality control terhadap 20 persen hasil wawancara. Tidak ditemukan kesalahan berarti selama proses pengumpulan data.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.