BREAKING NEWS
 

Buka CIFP 2024

Dino: RI Bisa Mainkan Peran Besar Dalam Sistem Global, Asal Penuhi Syarat Ini

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 30 November 2024 19:38 WIB
Ketua FPCI Dino Patti Djalal. (Foto: RM.ID/LDU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara middle power bisa memainkan peran besar di dunia internasional. Hal tersebut disampaikan Dino saat membuka Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2024, di Citizen Diplomacy Hall, Mall Kota Kasablanka, Sabtu (30/11/2024). 

CIFP 2024 mengangkat tema "Can Middle Powers Calm the Storm and Fix the World". Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Dino mengapresiasi kehadiran Sugiono di konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia yang diselenggarakan di Indonesia tersebut. 

"Konferensi ini diadakan dalam babak baru kebijakan luar negeri Indonesia. Hanya beberapa minggu setelah pelantikan Presiden Prabowo. Ada harapan besar bahwa Indonesia akan jauh lebih terlihat dan aktif secara internasional dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Dan kami menyambut baik itu," kata Dino, yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini. 

Dalam acara itu, Dino memaparkan kebijakan luar negeri Indonesia dari tahun ke tahun. Eks Dubes RI untuk Amerika Serikat ini menyoroti peran kekuatan menengah (middle power) dalam membentuk agenda internasional dan menyelesaikan konflik regional. Ia menilai, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara middle power yang memajukan agenda global. 

Baca juga : Pilkada DKI Bisa 2 Putaran, Pengamat: Jangan Berlebihan Klaim Kemenangan

"Menurut saya Indonesia harus bertujuan menjadi kekuatan menengah yang penting dengan aliansi yang dinamis, kekuatan menengah yang penting dengan keberpihakan yang dinamis," ungkapnya. 

Dino mengatakan, bahwa Indonesia berpotensi menjadi kekuatan menengah dan penengah. Indonesia dapat memainkan peran besar dalam sistem global jika negara ini menjalankan kebijakan aliansi dinamis, bukan sekadar non-blok yang sering disalahpahami.

Adsense

Mantan Jubir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyambut baik sinkronisasi antara tiga elemen kunci dalam kebijakan luar negeri baru Indonesia, yakni kekuatan menengah yang baik, otonomi strategis, dan multipolarity. 

Berpengalaman selama 28 tahun sebagai diplomat, Dino memberikan beberapa saran kepada pemerintahan Prabowo, terutama kepada Menlu Sugiono. Dino Patti Djalal mengingatkan, bahwa kebijakan luar negeri dimulai dari dalam negeri. 

Baca juga : CKB Logistics Akuisisi Perusahaan Logistik Global Asal Prancis

"Sebelum dunia dapat memahami Anda. Rakyat kita harus memahami Anda. Kepemimpinan kita di luar negeri bergantung pada kepemimpinan kita di dalam negeri kita sendiri, semuanya harus dijelaskan kepada rakyat kita sehingga mereka tidak meragukan apa pun. Kebijakan luar negeri yang dipahami dan didukung oleh rakyat akan berjalan sesuai rencana," katanya.

Dino mengingatkan, bahwa prinsip bersahabat dengan semua negara dan tidak memiliki musuh, bukan berarti menyenangkan semua pihak. Sebab itu dapat menjadi bumerang bagi Indonesia ke depannya.

Dino berharap Indonesia menunjukkan kepemimpinannya di Asia Tenggara (ASEAN). Sebab itu, ia berharap Prabowo memprioritaskan kunjungan ke negara-negara ASEAN dalam beberapa bulan ke depan. Tujuannya memperkuat hubungan serta membuka peluang baru dengan ASEAN.

Tak lupa, Dino mengingatkan soal sejarah panjang diplomasi Indonesia yang luar biasa. Dia mendorong pemerintahan selanjutnya dapat terus melanjutkan tradisi tersebut.

Baca juga : Menperin: Kinerja Manufaktur Tak Selalu Bergantung Pasar Global, Tapi Kebijakan

"Jadi, ada banyak sekali prestasi diplomatik yang bisa kita banggakan. Pertanyaannya sekarang untuk Pak Menlu Sugiono, dan Pak Presiden, apa langkah selanjutnya? Kami mendoakan agar Bapak Presiden dan Bapak Menteri Luar Negeri Sugiono meraih kesuksesan di kepemimpin baru," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense