BREAKING NEWS
 

Pentingnya Pengawasan Aktivitas Di Kampus

Polisi Harus Usut Tuntas Kasus Upal

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 23 Desember 2024 07:25 WIB
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan (tengah) didampingi Kapolres Gowa AKBP Reonald TS Simanjuntak (kanan) dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kiri) menyampaikan keterangan terkait kasus uang palsu saat konferensi pers di Mapolres Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/12/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terkuaknya pabrik uang palsu (upal) di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, membuat heboh banyak kalangan. Pasalnya, selain dioperasikan dengan mesin canggih, praktik itu juga sudah berjalan selama 14 tahun.

Ketua Komisi X DPR Hetifa Sjaifudian menyatakan, kasus upal yang terjadi di UIN Alaud­din Makassar sangat memperi­hatinkan. Sebab, praktik itu terjadi di lingkungan pendidikan tinggi, yang harusnya menen­tang berbagai aksi atau upaya merusak bangsa dan negara.

“Kami berharap, kasus ini bisa jadi pelajaran untuk semua pihak, utamanya lingkungan kampus. Kami mengajak semua pihak meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di kampus dan menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” ujar Hetifah dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/12/2024).

Baca juga : Amran Ciptakan Jalan Tol Bagi Petani Peroleh Pupuk

Politisi Partai Golkar ini ber­harap, kepolisian mengusut tun­tas dan menindak tegas semua pihak yang ‘bermain’ dalam produksi upal di UIN Alauddin Makassar. Sebab, selain melang­gar aturan perundang-undangan, perbuatan itu juga bisa merusak tatanan ekonomi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum, terutama pihak kepolisian atas keberhasi­lan mereka membongkar kasus uang palsu yang beroperasi di lingkungan kampus UIN Alaud­din Makasar. Kami meminta kepolisian segera membongkar semua pihak yang terlibat, untuk menghindari munculnya speku­lasi yang dapat merugikan citra institusi pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hetifah juga meminta Rektor UIN Alauddin Makassar terus melakukan ko­munikasi dan koordinasi dengan apparat penegak hukum, untuk meringkus para pelaku.

Baca juga : Tunda Dulu Deh Rencana Kerek Tarif Transjakarta

Pengamat ekonomi dari Uni­versitas Hasanuddin (Unhas) Anas Iswanto Anwar mengatakan, produksi upal di Makassar sangat membayakan ekonomi sekitar.

Sebab, publik khawatir tertipu saat melakukan transasi tunai. Sementara, transaksi di warung atau pasar tradisional, masih menggandalkan sistem pemba­yaran dengan uang kartal.

“Ini harus segera diselesaikan. Praktik itu sangat mengancam per­ekonomian, khusunya di Makas­sar. Kami mendorong, aparat penegak hukum segera mengatasi masalah tersebut,” tegasnya.

Baca juga : Inter Milan vs Como, Si Ular Besar Dituntut Ekstra

Rektor UIN Alauddin Makas­sar Prof. Hamdan Juhannis me­nyatakan, pihak kampus telah melakukan pemecatan secara tidak hormat kepada dua pegawai yang telah ditetapkan tersangka.

“Kami langsung mengambil langkah tegas. Dua oknum yang terlibat, langsung kami berhentikan dengan tidak hormat,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense