BREAKING NEWS
 

Pentingnya Pengawasan Aktivitas Di Kampus

Polisi Harus Usut Tuntas Kasus Upal

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 23 Desember 2024 07:25 WIB
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan (tengah) didampingi Kapolres Gowa AKBP Reonald TS Simanjuntak (kanan) dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kiri) menyampaikan keterangan terkait kasus uang palsu saat konferensi pers di Mapolres Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/12/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda)

 Sebelumnya 
Guru Besar bidang Sosiologi UIN Alauddin ini menambahkan, pihak kampus juga mendukung penuh semua upaya kepolisian da­lam menuntaskan kasus tersebut.

Hamdan juga berjanji meningkat­kan pengawasan internal agar keja­dian serupa tidak kembali terulang.

“Selaku pimpinan tertinggi di UIN Alauddin, saya marah, malu dan merasa tertampar. Kami telah bekerja keras, ‘setengah mati’ mem­bangun reputasi kampus, tapi dihan­curkan dalam sekejap,” cetusnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marli­son Hakim mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja aparat pen­egak hukum yang telah berhasil mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca juga : Amran Ciptakan Jalan Tol Bagi Petani Peroleh Pupuk

“BI mendukung Polri da­lam proses penyidikan kasus tersebut. Kami akan membantu melakukan klarifikasi atas ba­rang bukti uang palsu dan mem­berikan ahli rupiah,” ujarnya.

Diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel membongkar praktik produksi uang palsu yang terjadi di lingkungan kampus UIN Alaudin Makassar. Mereka telah menangkap 17 orang, salah satunya kepala perpusatakaan UIN Alauddin Makassar.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti uang palsu yang men­capai triliunan rupiah, sejumlah mata uang asing dan mesin cetak uang yang berasal dari Tiongkok. Produksi upal di lingkungan UIN Alaudin Makassar didukung mesin canggih dan benang pengaman palsu, sehingga sulit dibedakan dengan uang asli.

“Barang bukti nilainya menca­pai triliunan rupiah. Di antaranya, mata uang rupiah emisi 2016 sebanyak 4.554 lembar pecahan 100 ribu, juga ada 234 lembar pecahan 100 ribu yang belum terpotong,” kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono di Pol­res Gowa, Kamis (19/12/2024).

Baca juga : Tunda Dulu Deh Rencana Kerek Tarif Transjakarta

Kasus pembuatan uang palsu di lingkungan kampuas ramai diperbincangkan netizen di me­dia sosial X.

“Upal beredar karena ada orang yang ingin mendapat ke­kayaan dalam waktu singkat, dan tak memperdulikan dampak dari kejahatannya. Ingat akhirat woi! Kejahatan lo juga bisa membuat susah masyarakat sekitar,” tulis akun @diskodarurat218873_.

Senada, akun @saands__ juga menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

“Upal cetakan di UIN Makas­sar, sangat berbahaya. Hampir 80 persen mirip sama yang asli. Cetakan yang rapi, warna yang mendekati. Sampai hologramnya, terbaca sama alat detektor sinar UV. Namun, kalau diliat diholo­gram tidak pas, warna hijaunya beda sama yang asli,” tuturnya.

Baca juga : Inter Milan vs Como, Si Ular Besar Dituntut Ekstra

“Gile baget ya, hampir Rp 45 Triliun. Ini harus diusut tuntas, siapa pemodalnya, bisa beli alat semahal itu buat cetak uang. Terus, siapa backingannya, dan siapa yang bantuin money laundry duit­nya? Mereka bisa aman nyetak duit palsu di kampus. Kampus loh ini!” tegas akun @tekarok007. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense