BREAKING NEWS
 

Literasi Bantu Cegah Stunting

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 26 Desember 2024 13:15 WIB
Deputi Bidang Pengembang Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Adin Bondar (Foto: USU/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Pengembang Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Adin Bondar, meyakini isu literasi akan tetap menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Bahkan, penguatan literasi keluarga bisa dikolaborasikan dengan program unggulan makan bergizi gratis.

Program makam bergizi gratis akan direalisasikan di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita, dan ibu hamil/menyusui dengan risiko anak tengkes (stunting). Program makan bergizi gratis berangkat dari keluarga dan anak. Kata Adin, hal ini selaras dengan literasi keluarga yang dikembangkan Perpusnas.

Adsense

Baca juga : Deliberalisasi Untuk Deradikalisasi

Dia menerangkan, memperkuat literasi keluarga dapat mengurangi potensi stunting pada anak dan kemiskinan. Targetnya adalah masyarakat pranikah, setelah berkeluarga, hamil, punya anak, hingga memasuki masa golden age harus disuntik dengan literasi yang kuat.

Menurut Adin, permasalahan tengkes atau stunting saat ini bukan saja disebabkan faktor kemiskinan akibat ekonomi, tapi juga akibat kemiskinan informasi dan ilmu pengetahuan sehingga gagal dalam mempersiapkan kesehatan anak sejak dini. Sebagian keluarga muda tidak punya pengetahuan bagaimana pola asupan dan asuhan terhadap anak yang baik.

Baca juga : Dukung Generasi Sehat, JICT Tekan Angka Stunting di Jakarta Utara

Oleh karena itu, Adin ingin mendorong peran maksimal program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang sudah lebih dulu berjalan menjadi lebih terintegrasi agar semua jenis permasalahan produktivitas masyarakat dapat ditingkatkan, tak terkecuali dalam mengatasi permasalahan stunting.

Stunting bukan seluruhnya karena faktor kemiskinan, tetapi ada ketidakberdayaan karena tidak membaca. Ibu-ibu muda saat ini terlalu banyak bermain medsos. Butuh strategi agar diseminasi informasi dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense