BREAKING NEWS
 

Bicara PPN 12 Persen

Jokowi: Sudah Disejutui DPR, Pemerintah Wajib Laksanakan

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 29 Desember 2024 08:26 WIB
Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui di rumahnya Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (27/12/2024) . (Foto: Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

 Sebelumnya 
“Kami di DPR akan terus mengawal agar skema bantalan atau stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah bisa berjalan dengan baik, sebab keputusan sudah diambil bersama,” tukas Gus Jazil.

Untuk diketahui, untuk merealisasikan kebijakan PPN 12 persen, Pemerintah memberikan insentif hingga Rp 265,6 triliun tahun depan. Anggaran sebanyak itu dialokasikan untuk masyarakat menengah ke bawah dan UMKM yang berpotensi terdampak atas kebijakan kenaikan tarif PPN.

Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai, alokasi dana tersebut berpotensi mengerek pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada pelaksanaan yang efektif dan kebijakan pendukung. “Insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ulas Josua.

Baca juga : Insya Allah, Biaya Haji 2025 Turun

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemerintah sudah tepat. “Jadi secara keseluruhan, paket insentif dan stimulus yang diberikan Pemerintah umumnya telah dirancang secara tepat sasaran untuk melindungi kelompok rentan dan mendukung pertumbuhan sektor UMKM,” urai Josua.

Ketemu Menkeu

Penolakan terhadap PPN 12 persen juga disampaikan langsung Gerakan Nurani Bangsa (GNB) kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Jumat (27/12/2024) malam.

Baca juga : Program Swasembada Pangan Terus Digaspol

Pengurus GNB, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat kelas menengah, terutama mereka yang rentan terdampak situasi ekonomi pasca-pandemi

“Kelas menengah saat ini sudah sangat terbebani. Ada PHK, pemotongan penghasilan, dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen hanya akan memperparah kondisi mereka,” ujar Lukman dalam konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang digelar secara daring, Sabtu (28/12/2024).

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyan mengatakan sejauh ini tarif PPN di Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan berbagai negara di dunia. Ia juga membandingkan tarif PPN di Indonesia dengan sejumlah negara berkembang lainnya.

Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Ada Kesan, Pemerintah Tidak Lakukan Antisipasi

“PPN di Indonesia dibandingkan berbagai negara di dunia masih relatif rendah,” ujar Sri Mulyani. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense