RM.id Rakyat Merdeka - Kini investasi masuk tak cukup hanya digoda dengan karpet merah dan promosi besar-besaran. Tetapi ada hal yang lebih penting dari itu, yakni komitmen pemerintah untuk turun tangan dan mendampingi investor membereskan berbagai hambatan yang muncul di lapangan.
Direktur Regulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriandi, memastikan bahwa pemerintah tidak lepas tangan, jika investor menghadapi hambatan investasi.
“Kita menggelar karpet merah tidak hanya di depan, jadi end-to-end, ketika nanti investor mengalami permasalahan, negara hadir di sana,” kata Dendy dalam Podcast Ngegas di kanal YouTube Rakyat Merdeka TV.
Dendy mengakui, hambatan seperti isu tanah adat, local wisdom dan lainnya sering menjadi tantangan utama dalam investasi. Karena itu, perlu peran pemerintah untuk turun tangan.
Baca juga : Dongkrak Iklim Investasi Dan Berdayakan UMKM, Pemerintah Pangkas Birokrasi
“Kita lakukan pendampingan, kita lakukan fasilitasi, the bottle-necking gitu ya terhadap hambatan-hambatan yang ada. Dan itu yang kami pikir cukup efektif gitu ya, kita turun langsung,” tambahnya.
Upaya ini, sebut Dendy sudah dilakukan sejak era Menteri Investasi sebelumnya. Termasuk memberikan pendampingan pada proyek mangkrak. Sehingga para investor merasa terbantu ketika menghadapi kendala.
“Karena memang promosi yang baik biasa justru malah jadi dalang ketika ada investor masuk, lalu terkendala dan kita bisa berikan solusi terbaik dengan melakukan pendampinga. Nanti dengan sendirinya mereka akan memberikan testimoni kan. Ayo di sini enak kok, kondusif dan di sini negaranya hadir ketika ada masalah, kita didampingi dan sebagainya, itulah promosi yang sebenarnya,” terang Dendy.
Ia juga menjelaskan peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai pintu gerbang dan jembatan investasi di Indonesia. Peran tersebut tidak hanya menyambut kedatangan investor, tapi juga aktif turun langsung ketika investor menghadapi kendala di lapangan.
Baca juga : Dubes RI Untuk Swedia Kamapradipta Isnomo Peringati 20 Tahun Tsunami Bersama Raja Swedia
“Jadi kita yang menggelar karpet ketika mereka mau datang, kita yang datang lebih dulu ketika mereka mendapatkan kendala dan hambatan gitu ya, memfasilitasi termasuk juga dalam memberikan pendampingan proses perizinan berusahanya dan dan lain-lain gitu ya jadi itu tugas kami,” tegasnya.
Dendy menekankan pentingnya strategi promosi yang terarah dan berbasis data. Tim promosi Kementerian Investasi, katanya, selalu menyiapkan agenda yang matang untuk menyambut potensi investasi yang masuk. “Kami menyiapkan lokasi serta potensi apa yang dimiliki, sehingga proyek-proyek dapat terimplementasi dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, fokus utama kementerian adalah memastikan rencana investasi menjadi realisasi konkret. Jangan sampai hanya di atas kertas saja.
“Rencana investasi itu akan jauh lebih indah ketika menjadi realisasi investasi. Itu target kita, karena investasi adalah kunci untuk keluar dari middle income trap,” ujanya.
Baca juga : Malam Natal 2024: Pemerintah Pastikan Kondisi Aman & Kondusif
Lebih lanjut, ia menjelaskan dampak positif investasi bagi perekonomian. Dengan adanya investasi, tercipta lapangan kerja baru yang pada gilirannya meningkatkan daya beli masyarakat.
“Multiplier-effectnya banyak banget,” ucapnya.
Dendy juga mengingatkan bahwa komitmen investasi saja tidak cukup tanpa eksekusi yang jelas. Menurutnya, eksekusi yang tepat adalah kunci untuk memastikan manfaat investasi dirasakan langsung oleh masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.