RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memintakonfirmasi kepada salah seorang auditor berinisial FNC terkait aliran uang dalam kasus di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada 2016 silam.
“Besok saya konfirmasi lagi kepada Saudara FNC apakah betul kesaksian yang disampaikan dalam sidang tersebut,” kata Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana kepada Rakyat Merdeka, Minggu malam, 5 Januari 2025.
Sebelumnya, mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Basarnas, Kamil mengaku pernah mengantar bungkusan berisi uang untuk auditor BPK pada 2016. Bungkusan uang itu diletakkan di laci kamar hotel.
Kamil menyampaikan hal ini saat menjadi saksi sidang dugaan korupsi pengadaan truk pengangkut personel 4WD dan Rescue Carrier Vehicle (RCV) di Basarnas tahun 2014 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Baca juga : Mahalini, Umumkan Hamil Usai Nikah Ulang
Kamil menuturkan, diperintah menyerahkan uang itu oleh atasannya melalui pesan suara. Ia lalu menerima bungkusan berisi uang. “Tolong masukin ke Hotel Grand Orchard di belakang Basarnas,” ujat Kamil menirukan perintah atasannya.
Sesampai di hotel, Kamil meletakkan uang ke dalam laci. Selanjutnya, uang akan diambil pihak BPK.
Hakim Alfis penasaran dengan identitas pihak BPK tersebut. Ia lalu mengutip berita acara pemeriksaan (BAP) Kamil.
“Memang siapapun yang mengambil bermuara ke beliau,” kata Kamil membenarkan isi BAP yang menyebut nama lengkap FNC.
Baca juga : Mau Batasi Jumlah Capres, DPR Diceramahin Yusril
Kamil mengaku tak pernah bertemu dengan FNC saat pemberian bungkusan uang. Ia sebatas meletakkan uang di laci kamar hotel.
“Itu kamar hotel siapa yang buka?” korek hakim.
“Pihak Kapusdatin,” jawab Kamil.
Meski tidak berjumpa saat meletakkan uang di kamar hotel, Kamil memastikan pihak BPK yang menerimanya adalah FNC.
Baca juga : Kursi Ketum PBNU Digoyang, Gus Yahya Santai
Informasi itu diperoleh dari Kapusdatin saat itu. “Karena dia (FNC) pengendali teknis (audit),” beber Kamil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.