BREAKING NEWS
 

E Aminudin Aziz Dilantik jadi Kepala Perpusnas, Tak Lagi sebagai Plt

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 7 Januari 2025 14:44 WIB
E Aminudin Aziz dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Indonesia, Selasa (7/1/2025). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - E Aminudin Aziz resmi dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Sebelumnya, selama setahun lebih Aminudin menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusnas.

Prosesi pelantikan dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti, di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Dikdasmen, Jakarta, Selasa (7/1/2025). Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan Kementerian Dikdasmen memiliki tugas utama yaitu mencerdaskan anak bangsa.

“Ini merupakan tugas yang sangat penting, yang menentukan harkat dan martabat bangsa di masa yang akan datang,” ujarnya.

Abdul Mu’ti berharap, inovasi dan terobosan cerdas yang dilakukan tidak meninggalkan praktik-praktik baik yang telah dirintis sebelumnya. Dia juga menekankan kepada pemimpin yang dilantik agar menjadi pribadi yang SANTUN. “Harus menjadi pemimpin yang Setia, Amanah, Nasionalis, Teladan, Unggul, dan Ngemong,” urainya.

Baca juga : Nominasi Rajamala Perusak Wirata

Sebelum dilantik, Aminudin menjabat sebagai Plt Kepala Perpusnas selama 13 bulan. Usai dilantik, Amin mengaku, selama menjabat sebagai Plt, dia menemukan banyak tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya.

Amin menjelaskan, tugas dan fungsi Perpusnas yang sesuai dengan regulasi adalah mengawal program literasi. Untuk itu, pemahaman tentang perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku dan koleksi, harus diperbarui.

Adsense

Dia menjelaskan, perpustakaan tidak dapat lagi dimaknai sebagai tempat menyimpan buku dan koleksi. "Karena sejatinya sudah terjadi transformasi dari fungsi perpustakaan. Saat ini, fungsinya adalah sebagai wahana orang untuk berpartisipasi mengembangkan kreativitasnya melalui fasilitas yang disediakan,” jelasnya.

Amin menekankan, literasi masyarakat dapat ditingkatkan menjadi lebih baik dengan didukung fasilitas yang ada di perpustakaan seperti naskah, koleksi, dan jejaring. “Oleh karena itu, saya sebagai kepala akan mengukuhkan program yang sudah diinisiasi 13 bulan terakhir, agar lebih terstruktur dan masif,” terangnya.

Baca juga : Budi Said Divonis 15 Tahun Penjara dalam Kasus Rekayasa Transaksi Emas

Pada 2024, terdapat tiga program prioritas yang digagas Amin saat menjabat sebagai Plt Kepala Perpusnas. Yakni peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan Naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.

“Saya ingin mengawal program prioritas yang sudah dibuat dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain yang mengusung program yang sama. Sehingga literasi masyarakat Indonesia dan murid-murid di sekolah dari hari ke hari, menjadi semakin baik berkat fasilitas yang dibuat salah satunya oleh perpustakaan,” pungkasnya.

Amin ditetapkan sebagai Plt Kepala Perpusnas pada 23 November 2023. Sebelumnya, sejak 8 Mei 2020, dia diangkat sebagai Kepala Badan Bahasa. Selain aktif sebagai dosen dan peneliti linguistik, khususnya bidang Pragmatik (Teori Kesantunan Berbahasa), dia juga pernah menempati berbagai posisi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Pada akhir 2024, dia menorehkan prestasi masuk daftar 100 orang berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan tahun 2024 versi Majalah Time (TIME100 AI 2024). Predikat ini diperoleh atas usaha Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelestarian lebih dari 700 bahasa daerah. Selain itu, Badan Bahasa juga berhasil mengembangkan perangkat AI dan memiliki lebih dari 350 kamus untuk setiap bahasa yang unik.

Baca juga : Pengusaha Tak Bisa Intervensi Kebijakan

Pada Juli 2016, dia ditugaskan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, di London. Pada 2010-2011, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pendidikan terakhirnya ditempuh di Departmen of Linguistics, Monash University, Australia, untuk Ph.D. Linguistics (1997-2000). Di kampus sama, dia menempuh pendidikan untuk jenjang Master of Arts in Linguistics (1994-1996). Dia menyelesaikan pendidikan diploma dan sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (1986-1991) di Bandung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense