BREAKING NEWS
 

13 Keluarga Lapor Kehilangan

Polisi Sebut Identifikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza Butuh 1-2 Minggu

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 18 Januari 2025 20:19 WIB
Kabid Disaster Victim Identification (DVI) Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Ahmad Fauzi. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Polri telah menerima laporan dari 13 orang terkait kehilangan anggota keluarga akibat kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta Barat. Laporan tersebut akan digunakan untuk proses identifikasi korban kebakaran. 

Kabid Disaster Victim Identification (DVI) Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Ahmad Fauzi mengatakan, butuh waktu satu sampai dua minggu. 

Baca juga : Ini Daftar Korban Selamat Kebakaran Glodok Plaza Jakarta Barat

"Mudah-mudahan lancar. Namun kalau misalnya ada kendala, kita ulang lagi. Sampai nanti hasilnya, keluar atau tidak," kata Fauzi, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (18/1/2025).

Adsense

Fauzi mengungkapkan, hingga Sabtu sore, sudah ada 13 keluarga korban yang melapor. "Dari 13 keluarga tersebut, kami telah mengambil semua data mereka," kata Fauzi.

Baca juga : Teguh: Pencarian Korban Kebakaran Diskotik Di Glodok Plaza Sampai 7 Hari

Ia menjelaskan, data yang diambil akan digunakan untuk pencocokan DNA, yang diambil dari keluarga kandung, seperti orang tua. "Ada satu keluarga lagi dari Malang. Kemarin, proses pengambilan DNA sudah dilakukan di Pusdokkes Rumah Sakit Bhayangkara Batu, Malang, dan saat ini sampel DNA-nya sedang dalam perjalanan ke Jakarta," tambahnya.

Fauzi menjelaskan pemeriksaan terhadap tujuh jenazah yang diterima oleh RS Polri telah selesai dilakukan. Dalam proses pemeriksaan tersebut, pihaknya awalnya mencoba mengambil sidik jari. Namun, tidak berhasil pada beberapa jenazah. Selanjutnya, mereka beralih dengan mengambil sampel gigi dan akhirnya sampel DNA.

Baca juga : Korban Kebakaran Glodok Plaza Bertambah 2 Lagi, Fisiknya Sulit Diidentifikasi

Ketika dikonfirmasi mengenai apakah ketujuh jenazah tersebut telah teridentifikasi, Fauzi menyebutkan proses identifikasi masih memerlukan waktu.

Ia menjelaskan, sampel DNA yang diambil dari jenazah akan diperiksa di laboratorium untuk mencari profilnya. Selanjutnya, sampel DNA dari keluarga juga akan diperiksa untuk mencari profil yang sama, kemudian kedua profil tersebut akan disandingkan untuk proses identifikasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense