BREAKING NEWS
 

Menuju Indonesia Emas 2045, Bey Machmudin Ajak Kolaborasi Pembangunan Jabar

Reporter : DIDDY RACHMAT RIDJADI
Editor : FAZRY
Rabu, 22 Januari 2025 08:48 WIB
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin bersama Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyoroti berbagai tantangan dan potensi pembangunan di Jawa Barat dalam acara bertajuk “Kolaborasi Pembangunan di Jawa Barat Menuju Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat, tokoh masyarakat, serta Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan di Jawa Barat menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Bey Machmudin menegaskan bahwa tugas utamanya sebagai Penjabat Gubernur adalah menjaga kelancaran pemerintahan, terutama menjelang Pemilu Serentak 2024.

Ia berkomitmen untuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memastikan proses Pemilu berjalan dengan aman, damai, serta adil.

Baca juga : Indonesia Masters 2025, Laga Perpisahan The Daddies

"Saat pertama kali menjabat, fokus saya adalah mempersiapkan Pemilu Serentak. Namun, komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI dari Dapil Jawa Barat, juga menjadi prioritas untuk mempercepat pembangunan di Jawa Barat," ujar Bey.

Isu Strategis

Bey juga menggarisbawahi dua isu strategis yang menjadi perhatian utama, yakni pengembangan Bandara Internasional Kertajati dan pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya.

Adsense

Kertajati, yang memiliki potensi besar, masih menghadapi tantangan, seperti minimnya rute penerbangan domestik dan rendahnya jumlah penumpang.

“Kertajati menjadi tantangan karena penyertaan modal dari APBD lebih banyak digunakan untuk operasional daripada pengembangan. Namun, kami optimistis Kertajati akan berkembang menjadi hub kargo, dengan pengiriman perdana dari Australia yang dijadwalkan pada 28 Januari mendatang,” jelas Bey.

Baca juga : Perekonomian Indonesia 2025 Tetap Solid Meski Dibayangi Ketidakpastian Global

Selain itu, proyek pengelolaan sampah Legok Nangka, yang dirancang menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) pertama di Asia Tenggara, terkendala pada tahap kesepakatan jual beli listrik dengan PLN.

“Kami masih menunggu lampu hijau dari Kejaksaan untuk menyelesaikan kesepakatan ini. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di Bandung Raya,” tambahnya.

Apresiasi dan Harapan untuk Gubernur Terpilih

Di akhir sambutannya, Bey menyampaikan apresiasi kepada Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih.

Bey percaya bahwa pengalaman Dedi dalam pemerintahan akan menjadi modal besar untuk membawa Jawa Barat lebih maju.

“Saya tidak banyak menitipkan pesan, karena beliau sudah sangat paham, termasuk dalam mengelola APBD. Saya hanya berharap inovasi terus dilakukan demi kesejahteraan warga Jawa Barat,” ungkap Bey.

Percepatan Pembangunan

Baca juga : Transformasi Ekonomi Hijau, Indonesia Mulai Perdagangan Karbon

Acara ini juga menjadi forum diskusi antara jajaran Pemda Provinsi Jawa Barat dan anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat untuk memperkuat kolaborasi pembangunan di berbagai sektor.

Sinergi itu diharapkan dapat menjadikan Jawa Barat sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan kolaborasi yang solid, Jawa Barat diharapkan mampu menjadi wilayah berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense