Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR Dorong BNPT-Pemda Kolaborasi Perbanyak Ruang Lintas Agama
Rabu, 1 Januari 2025 05:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Rinto Subekti, memberikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) beserta aparat penegak hukum atas capaian zero terrorist attack 2023-2024 di Indonesia. Di 2025, BNPT diharapkan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperbanyak ruang lintas agama sebagai salah satu strategi pencegahan radikal terorisme.
Rinto mengatakan, dengan strategi soft approach yang dilakukan BNPT, seperti berdialog dengan masyarakat dan lintas agama menjadi kontra narasi yang tidak hanya dapat mencegah terorisme namun mampu mendorong kepercayaan publik untuk berinvestasi, menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Inilah satu rumusan baru yang perlu menjadi contoh yang baik, dan sejuk. Harapannya juga di bawah kepemimpinan Presiden Pak Prabowo Subianto agar Indonesia tetap kondusif, agar masyarakat bisa terus melakukan pertumbuhan ekonomi,” ujar Rinto, di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/12/2024).
Baca juga : PLN Dorong Masyarakat Kecamatan Kibin Raih Peluang Kerja Di Industri Ternama
Menurut Rinto, dialog kebangsaan dengan pemuka lintas agama merupakan cerminan baik. Langkah ini tidak hanya mampu menangkal paham radikal, namun bisa membangun kepercayaan antar satu sama lain. Menjalin persaudaraan dan persatuan untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa dengan mengedepankan kebhinekaan.
Oleh karena itu, legislator asal Karanganyar ini mendorong BNPT dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah baik gubernur maupun bupati/wali kota untuk terus melakukan dialog-dialog kebangsaan. “Nanti tokoh lintas agama bisa menjadikan promosi (key opinion leader) untuk meyakinkan kepada masyarakat Indonesia tetap NKRI, dalam menjaga persatuan dan kesatuan”.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah ini menekankan, BNPT dalam menjalankan tugasnya berpedoman kepada 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Pilar tersebut menjadi dasar BNPT untuk melakukan dialog kebangsaan dan sosialisasi kepada masyarakat, dengan berlandaskan Pancasila dan Undang Undang 1945. “Bhinneka Tunggal Ika adalah keberagaman yang kita miliki, dan NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga,” kata Rinto.
Baca juga : Pengamat Dukung PAM Jaya Perbanyak Pembangunan Reservoir Komunal
Dia menambahkan, BNPT sebagai badan koordinator dalam penanggulangan terorisme, harus terus meningkatkan koordinasi bersama stakeholder untuk memitigasi propaganda ideologi asing, ideologi ekstrem, radikal di media online yang bisa menyebabkan seseorang terpapar paham radikal terrorism atau self-radicalization. Terutama fokus bagaimana memitigasi self-radicalization kepada kelompok rentan, yakni perempuan, anak dan remaja.
“Saya melihat, yang paling bahaya itu adalah (penyebaran di) media sosial. Pemerintah, dalam hal ini BNPT maupun juga aparat penegak hukum, apabila di dalam media sosial tersebut ada sesuatu yang menjurus hal-hal yang negatif tentang terorisme tentunya, langsung aja kita cut, d-take down,” saran Rinto.
Rinto berharap, di 2025 ini, ruang perjumpaan lintas agama semakin banyak, memperkuat kerukunan umat beragama. Sehingga mampu meredam berbagai konflik dan membuat masyarakat tidak mudah terpapar propaganda transnasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya