BREAKING NEWS
 

Luhut: TNI Harus Kuasai STEM, Digitalisasi, Ekonomi Dan Pengelolaan Keuangan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 3 Februari 2025 19:54 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Pimpinan TNI AD 2025, Senin (3/2/2025). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif, untuk mencapai visi besar Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Luhut dalam pandangan tersebut dalam Rapat Pimpinan TNI AD 2025, Senin (3/2/2025).

"Indonesia memiliki modal besar-stabilitas makroekonomi yang terjaga, kekayaan alam yang melimpah, serta sumber daya manusia yang potensial. Namun, saya juga mengamati bahwa masih ada tantangan yang harus kita atasi. Terutama, dalam mengurangi inefisiensi dan memastikan transformasi ekonomi berjalan berkelanjutan," kata Luhut via Instagram, Senin (2/2/2025).

Baca juga : Bantah Elpiji 3 Kg Langka, Bahlil: Pengelolaan Sedang Ditata

Berbekal puluhan tahun pengalaman di sektor militer dan kebijakan publik, Luhut memahami, pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak bisa terlepas dari stabilitas nasional.

Menurutnya, keamanan adalah faktor utama dalam menarik investasi. Studi menunjukkan, negara dengan tingkat keamanan yang tinggi cenderung lebih dipercaya investor.

Adsense

Di sinilah Luhut melihat peran TNI AD menjadi sangat strategis. Bukan hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam memastikan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, serta membantu mengawal program pemerintah di daerah.

Baca juga : Transformasi Digital Dan Kinerja Keuangan BNI Diapresiasi DPR

"Seiring meningkatnya anggaran fungsi pertahanan hari ini yang telah mencapai 0,7 persen terhadap PDB atau sekitar Rp 165,2 triliun, hal ini harus diberikan seluas-luasnya. Tidak hanya untuk modernisasi alutsista, tetapi juga untuk peningkatan kesejahteraan prajurit, serta penguatan SDM TNI," papar Luhut.

Ini semua diperlukan agar TNI bersiap menghadapi tren global, yang semakin menuntut kesiapan militer dalam menghadapi ancaman baru. Seperti eskalasi geopolitik, serangan siber, dan perkembangan teknologi pertahanan yang semakin canggih.

"TNI hari ini juga harus menyesuaikan diri dengan tantangan masa depan. Tidak hanya dalam aspek kekuatan fisik, tetapi juga dalam penguasaan STEM, digitalisasi, ekonomi, dan pengelolaan keuangan," ujar Luhut.

Baca juga : Kapolri: Rapim TNI-Polri Bahas Penguatan Ekonomi Dan Ketahanan Pangan

Dia menekankan, prajurit harus disiplin menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dan terus mengembangkan diri untuk menjadi lebih profesional.

"Saya percaya, dengan ekonomi yang kuat dan pertahanan yang tangguh, Indonesia akan semakin siap menyongsong masa depan sebagai negara maju," tandas Luhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense