BREAKING NEWS
 

Prabowo Bisa Jadi Penengah Perang Tarif antara AS, Kanada, Meksiko, dan China

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 6 Februari 2025 09:04 WIB
Diplomat senior dan pemerhati politik internasional Prof. Imron Cotan

 Sebelumnya 
Pakar politik luar negeri dan keamanan Pitan Deslani menilai bahwa konflik ini bukan sekadar perang tarif, melainkan bagian dari strategi geopolitik global yang dimainkan oleh Presiden Trump.

"Yang terjadi ini bukan perang tarif semata, tapi perang strategi. Ini melibatkan perdagangan, militer, dan geopolitik secara keseluruhan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi AS sedang dalam tekanan berat, dengan utang negara mencapai 36,2 triliun dolar AS pada 2025.

Baca juga : Kanada Dan Meksiko Siap Balas Dendam, China Mau Lapor WTO

Untuk mengatasi hal itu, Trump menggunakan strategi perang tarif guna meningkatkan pemasukan dari pajak dan tarif impor.

"Trump ingin mendapatkan pajak yang tinggi dari tarif ekspor barang luar negeri yang masuk ke AS. Ini strategi untuk mengendalikan ekonomi global," ujarnya.

Selain faktor ekonomi, kepentingan AS di Meksiko juga berkaitan dengan masalah imigrasi dan keamanan.

Baca juga : Rapim TNI-Polri, Prabowo Warning Upaya Licik Pelemahan Tentara, Polisi Dan Intel

Trump ingin menekan arus imigran ilegal dari Meksiko, yang menurutnya membawa fentanyl, narkoba sintetis yang jauh lebih kuat dari morfin dan heroin.

"Trump khawatir generasi muda Amerika hancur akibat narkoba ini. Makanya dia memberikan ultimatum kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk segera menghentikan arus imigran ilegal," tambahnya.

Sementara itu, ketegangan antara AS dan Kanada muncul setelah Trump menyatakan niatnya untuk menjadikan Kanada sebagai "provinsi ke-51" Amerika.

Baca juga : Di India, Prabowo Borong Buku di Pedagang Kali Lima Langganan

"Kanada marah besar, karena selama ini mereka selalu membantu AS dalam berbagai bencana, tapi malah diperlakukan seperti itu," kata Pitan.

Dengan situasi geopolitik yang semakin kompleks ini, peran Indonesia sebagai negara yang netral dan memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak bisa menjadi kunci dalam mencari solusi damai.

"Prabowo memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai penengah. Ini kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan globalnya," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense