Dark/Light Mode

Pengamat: Danantara Bisa Jadi Pilar Penting Perekonomian Nasional

Senin, 13 Januari 2025 16:00 WIB
Nailul Huda. (Foto: Antara)
Nailul Huda. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau dikenal Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi pilar penting dalam pengelolaan investasi di Indonesia. Kehadiran Danantara diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

"Tidak bisa mengandalkan konsumsi rumah tangga, kita perlu sumber baru, salah satunya investasi. Dengan investasi yang dikelola secara efektif, kita bisa melihat peningkatan ekonomi yang signifikan,” kata Nailul Huda, Senin (13/1).

Dia menyebutkan, Danantara dirancang untuk mengelola investasi besar yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Namun, tanpa adanya kejelasan payung hukum, proses peluncuran dan operasional badan ini tidak dapat berjalan.

Untuk diketahui, peluncuran Danantara, yang direncanakan pada 7 November 2024 terpaksa ditunda. Sebab, peraturan pemerintah dan peraturan presiden (perpres) yang menjadi dasar hukum untuk pembentukan badan tersebut belum rampung.

Baca juga : Piala FA: Man United Menang Berkat Adu Penalti Lawan Arsenal

Pada tahap awal, Danantara akan menaungi 7 BUMN dengan mengelola aset 600 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9.480 triliun. Danantara juga disebut akan menjadi wadah bagi Indonesia Investment Authority (INA), artinya Danantara akan menjadi sovereign wealth fund (SWF) keempat terbesar di dunia.

Keterlambatan ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar mengenai dampaknya terhadap perekonomian Indonesia serta manfaat yang diharapkan dari badan tersebut. Salah satunya untuk menangani investasi pemerintah di luar anggaran pendapatan dan belanja negara, serta menciptakan pengelolaan investasi yang lebih efisien.

Ia mengamini, saat ini aset investasi BUMN belum dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga dengan adanya Danantara, diharapkan pengelolaan dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian negara.

“Jika dikelola oleh Danantara, diharapkan akan ada pengelolaan yang lebih profesional dan terarah, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap dia.

Baca juga : PKB: Para Gus Dan Kiai Penting Terjun Ke Politik

Dari segi kepemimpinan, Danantara memiliki pemimpin yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan investasi. Hal ini tentu akan membantu memastikan bahwa Danantara dapat beroperasi secara efektif dan efisien, sekaligus menghindari intervensi politik.

"Dengan model pengelolaan yang profesional, Danantara diharapkan dapat mengurangi risiko intervensi dan menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk investasi," kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait dengan kenapa BUMN sehat saja yang dikelola oleh Danantara. Menurutnya, Danantara bukanlah lembaga dengan fokus pada penyelamatan perusahaan yang kurang performa, tetapi lebih pada pengelolaan aset untuk memaksimalkan potensi yang ada. 

"Makanya kalau kita lihat, Danantara ini bukan recapital yang ngurus perusahaan sakit," ujarnya.

Baca juga : Program MBG Jadi Motor Penggerak Perekonomian

Dengan semua potensi dan dukungan yang ada, Danantara diharapkan dapat menjadi lembaga yang efektif dalam pengelolaan aset negara, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, serta menciptakan dampak sosial yang positif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.