Dark/Light Mode

Tak Terima Tarif Tinggi AS

Kanada Dan Meksiko Siap Balas Dendam, China Mau Lapor WTO

Minggu, 2 Februari 2025 15:55 WIB
PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (Foto: Reuters/EPA-EFE/The Straits Times)
PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (Foto: Reuters/EPA-EFE/The Straits Times)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau memastikan, negaranya akan mengenakan tarif 25 persen terhadap produk impor dari Amerika Serikat (AS), senilai 155 miliar dolar Kanada atau 145 miliar dolar AS, mulai 4 Februari mendatang.

Tarif ini akan berlaku untuk barang kebutuhan sehari-hari seperti bir, anggur, bourbon Amerika, buah-buahan, sayur-sayuran, peralatan rumah tangga, kayu, plastik, dan masih banyak lagi.

Trudeau mendorong warga Kanada untuk membeli produk-produk domestik dan berlibur di dalam negeri, ketimbang belanja produk AS dan berwisata ke Negeri Paman Sam.

Sementara tindakan non-tarif yang akan diberlakukan Kanada terhadap AS mencakup hal-hal yang terkait mineral penting, pengadaan energi, dan kemitraan lainnya.

Langkah ini diambil Kanada, sebagai bentuk respons atas keputusan Presiden AS Donald Trump, yang menetapkan tarif sebesar 25 persen terhadap semua barang yang berasal dari Kanada dan Meksiko pada 1 Februari 2025.

Sementara tarif 10 persen diberlakukan untuk semua barang yang berasal dari China, mulai 4 Februari 2025.

Baca juga : Tak Terima Gencatan Senjata Dengan Hamas, Menteri Keamanan Israel Mundur

Para ekonom menilai keputusan ini dapat memicu perang dagang baru, yang dapat memperlambat pertumbuhan global dan memicu kembali inflasi.

“Kami tentu tidak ingin meningkatkan ketegangan. Tapi kami akan membela Kanada, warga Kanada, dan lapangan kerja di Kanada,” kata Trudeau seperti dikutip Reuters, Minggu (3/2/2025).

Trudeau menambahkan, konflik perdagangan tidak hanya berdampak nyata bagi warga Kanada, tetapi juga akan membikin pusing warga Amerika. Karena akan mengakibatkan berkurangnya lapangan kerja, harga makanan dan bensin yang lebih mahal, dan kemungkinan penutupan pabrik perakitan mobil. Serta terhambatnya akses ke bahan tambang Kanada semisal nikel, potasium, uranium, dan aluminium.

Mestinya Bermitra

Trudeau mengingatkan, selama ini Kanada selalu berada di samping AS saat negara adidaya tersebut melalui serangkaian masa-masa sulit. Seperti krisis penyanderaan Iran, perang Afghanistan, serta bencana alam mematikan semisal badai Katrina dan kebakaran hutan California baru-baru ini.

“Jika Trump ingin mengantarkan Amerika menuju era keemasan baru, jalan terbaik adalah bermitra dengan Kanada. Bukan malah menghukum,” tutur Trudeau.

Ikut Jejak Meksiko 

Kebijakan Trudeau ini muncul setelah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memerintahkan menteri ekonominya untuk menetapkan tarif dan tindakan non tarif terhadap AS, demi melindungi kepentingan Kanada.

Baca juga : Malam ini, Arkhan Kaka Cs Siap Nodai Kesucian Maung Bandung

Meksiko disebut akan membalas perlakuan AS dengan menetapkan tarif impor 5-20 persen untuk produk daging babi, keju, produk segar, serta baja dan aluminium buatan. Dalam langkah awal, industri otomotif akan dikecualikan.

Sheinbaum juga menolak tuduhan Gedung Putih, yang menyebut kartel narkoba memiliki aliansi dengan pemerintah Meksiko. Menurutnya, itu fitnah belaka.

Sekadar informasi, Trump mengenakan tarif terhadap Meksiko karena dia menilai negara itu gagal menghentikan masuknya fentanil ke AS. Trump juga mengatakan, imigran Meksiko tidak terkendali.

Merespons hal ini, Sheinbaum mengatakan, sejak menjabat pada Oktober 2024, dis telah menyita 20 juta dosis opioid sintetis yang mematikan: fentanil, serta menahan lebih dari 10 ribu orang terkait perdagangan narkoba.

Untuk diketahui, AS adalah pasar luar negeri terpenting bagi Meksiko. Sementara Meksiko merupakan tujuan utama ekspor AS, setelah negara tersebut berhasil menyalip China.

Mengutip data Biro Sensus, nilai ekspor AS ke Meksiko pada tahun 2023 mencapai lebih dari 322 miliar dolar AS. Sementara A nilai impor produk Meksiko ke AS melebihi 475 miliar dolar AS.

Lapor WTO

Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Laporkan Irigasi Rusak

Seperti halnya Kanada dan Meksiko, China juga geram dengan kebijakan tarif Trump. China kini tengah bersiap mengajukan gugatan atas tarif Ake Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Kementerian Perdagangan (Kemendag)  China menganggap, kebijakan tarif Trump tidak hanya memperparah masalah AS sendiri, tetapi juga merusak kerja sama ekonomi dan perdagangan normal.

"China berharap, Amerika Serikat dapat secara objektif dan rasional dalam melihat dan menangani isu-isunya sendiri seperti fentanil, ketimbang mengancam negara lain dengan bea masuk di setiap kesempatan," demikian pernyataan Kemendag China.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.