BREAKING NEWS
 

HPN 2025, Ini Lima Pesan Ketum Muhammadiyah Bagi Insan Pers

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 8 Februari 2025 11:49 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan selamat atas peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang jatuh pada 9 Februari.

Momentum ini menjadi refleksi atas peran penting pers dalam mencerdaskan bangsa, menjaga demokrasi, dan membangun budaya jurnalistik yang bermartabat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan bahwa kemerdekaan pers merupakan wujud kedaulatan rakyat yang harus berlandaskan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Haedar mengingatkan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai sarana informasi, edukasi, dan hiburan yang menghormati norma-norma agama serta asas praduga tak bersalah.

Haedar menyampaikan lima poin refleksi bagi insan pers dalam memperingati HPN 2025:

Baca juga : Rapim Polri 2025: Menteri Ara Sebut Tugas Bangun 3 Juta Rumah Sangat Berat

Pertama, pers harus objektif, mencerahkan, dan berkeadilan. Pers diharapkan menyajikan berita yang berimbang, tidak tendensius, serta mengedepankan asas "cover both sides".

"Dengan kebebasan yang semakin luas, pers harus tetap menjaga nilai kebenaran, menjauhi hoaks, serta menghindari penyebaran kebencian dan provokasi yang dapat memecah belah bangsa," kata Haidar dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2025).

Kedua, pers berperan dalam mencerdaskan Bangsa. Pers nasional memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi berbasis pengetahuan, menyajikan informasi secara utuh dari berbagai perspektif.

"Serta menghindari pencampuran antara fakta dan opini yang dapat membentuk bias dalam masyarakat," kata Haedar.

Adsense

Ketiga, pers sebagai pilar demokrasi yang moderat pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi dengan peran kritik yang konstruktif terhadap kebijakan negara, tetapi tetap berorientasi pada nilai-nilai Pancasila, agama, dan budaya bangsa.

Baca juga : Kemenag Bertemu LF PBNU dan Majelis Tarjih Muhammadiyah, Bahas Sinergi Program

Haedar mengatakan, demokrasi yang dikembangkan harus sesuai dengan prinsip Pancasila, bukan demokrasi liberal yang tanpa batas.

Keempat, etika dalam media digital dan AI.

Dalam era digital, media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab, tidak digunakan untuk penyebaran informasi menyesatkan, pemerasan, atau perusakan martabat individu.

Haedar menekankan pentingnya self-editing sebelum informasi disebarluaskan ke publik. 

Kelima, menjaga keberlangsungan media konvensional di tengah berkembangnya media digital.

Baca juga : Ini Pemain Arema Yang Kudu Diwaspadai Skuad Persib

Menurutnya, pers konvensional seperti media cetak tetap memiliki peran penting dalam menjaga interaksi sosial yang lebih humanis. Relasi sosial secara langsung tetap diperlukan dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

Pers Sebagai Wahana Kebudayaan

Haedar menegaskan bahwa pers bukan sekadar alat pragmatis, tetapi juga wahana kebudayaan yang bertujuan mengembangkan sistem pengetahuan kolektif demi kepentingan bangsa.

Pers harus menjaga nilai-nilai luhur dan tidak hanya menjadi alat kepentingan politik atau ekonomi yang bertentangan dengan prinsip keadaban.

“Manusia tidak hanya membutuhkan informasi yang bersifat profan, tetapi juga nilai-nilai luhur yang bersifat transenden dan ilahiah. Pers harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran, keadilan, dan etika kehidupan,” pungkas Haedar.

Peringatan Hari Pers Nasional 2025 diharapkan dapat menjadi momen introspeksi bagi insan pers untuk semakin profesional, independen, dan bertanggung jawab dalam mendukung kemajuan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense