BREAKING NEWS
 

Hadiri Pelantikan Gubernur Aceh

OSO: Pembangunan Butuh Dukungan Semua Pihak

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ERWIN TAMSAL
Kamis, 13 Februari 2025 07:20 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO), menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030, Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Rabu (12/2/2025). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO) menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030, Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Rabu (12/2). OSO yakin, Mualem dan wakilnya dapat membawa Provinsi Aceh semakin maju dan berkembang.

“Saya diundang di acara ini, karena saya dinilai memiliki konsentrasi dan perhatian besar terhadap kemajuan daerah-daerah. Selain itu, Gubernur Aceh, Mualem, menganggap saya seperti kakaknya,” ujar OSO usai pelantikan.

Dia menilai, pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh periode 2025-2030 juga istimewa. Sebab, mereka menjadi pasangan per­tama dari hasil Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang dilantik Pemerintah Pusat.

“Tadi, kita sudah mendengarpenjelasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), pelantikan dilakukan lebih awal dibanding­kan kepala daerah terpilih lain, karena aturan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang bersifat lex specia­lis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode2017-2019 ini mengajakse­mua pihak, khususnya masyarakat di Provinsi Aceh, mendukung dan dapat bersinergidenganPemerintah Daerah (Pemda). Sebab, peran aktif semua pihak akan mempercepat laju pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Provinsi Aceh.

Baca juga : Mantan Direksi PPSJ Didakwa Rugikan Negara Rp 224 Miliar

“Tadi, Gubernur Aceh menyatakan, akan meningkatkan dan memeratakan kemakmuran, serta keamanan di Aceh. Ini (pembangunan) harus didukung semua pihak. Saya yakin, dia (Mualem) akan membuktikan (ucapannya),” imbuhnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto sangat ingin hadir dalam pelantikan Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030. Namun, Prabowo tak dapat hadir langsung dalam acara itu, karena menerima kunjungan kehorma­tan dari Presiden Turki.

“Saya dengan segala kerenda­han hati memohon kepada Presiden, nggak enak sebagai Mendagri mendahului. Tapi, beliau dengan berbesar hati dan paham dengan aturan itu serta menghar­gai permintaan DPR Aceh dan Gubernur terpilih, maka beliau mengatakan silakan melanjutkan pelantikan 12 Februari ini,” ujar Tito dalam sambutannya.

Adsense

Tito juga menyampaikan, Prabowo mengirimkan pesan selamat dan permohonan maaf. “Sebetulnya beliau sangat ingin hadir karena kecintaannya ke­pada Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tito mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan Pilkada serentak yang paling aman, damai, dan lancar. Dia juga men­jelaskan alasan Gubernur dan Wagub Aceh dilantik lebih cepat dibanding kepala daerah lain.

Baca juga : Mendag Ajak Dubes Perluas Pasar Ekspor

“Itu sesuai dengan aturan Undang-Undang Pemerintahan Aceh bersifat lex spesialis, adanya kekhususan yang diatur secara spesifik,” ucapnya

Menurutnya, kepala daerah lain dilantik sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada dan telah menentukan jadwal pelantikan untuk yang non-sengketa pada 20 Februari. Pelantikan dilakukan serentak di istana negara di Jakarta.

Khusus untuk Aceh, lanjut Tito, dalam UU disebutkan, pelantikan dilakukan dalam rapatparipurna DPRA di hadapan ketua Mahkamah Syar’iyah. Sebab itu, dia meminta izin ke­pada Presiden Prabowo Subianto untuk melantik Mualem-Dek Fadh. “Bapak presiden tentu mematuhi undang-undang terse­but,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, langsung melakukan gebrakan dihari pertamanya menjabat sebagai gubernur. Dia mengaku akan menghapus barcode yang selama ini dipakai untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU di Tanah Rencong.

“PR hari ini adalah semua SPBU yang ada di Aceh tidak ada lagi istilah barcode, mohon digarisbawahi semua. Siapa saja yang isi minyak, tetap terus karena tidak jadi masalah lagi bagi masyarakat,” kata Mualem disambut gemuruh tepuk tangan tamu undangan.

Baca juga : BTN Pede Aset Bakal Tembus Rp 500 Triliun

Selama ini, ungkap dia, ada orang yang berkeinginan mem­bakar SPBU hanya gara-gara masalah barcode. Dia juga memberitahukan hal itu kepada Mendagri dan JK yang hadir di lokasi pelantikan.

“Barcode yang selama ini berlaku untuk mengisi BBM jenis solar dan Pertalite tidak bermakna. Makanya, saya ambil kesimpulan pada hari ini, menghapuskan semua barcode yang ada di SPBU di Aceh,” tegas mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini.

Pelantikan Gubernur dan Wagub Aceh juga dihadiri tokoh-tokoh perdamaian Aceh. Di antaranya, Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla, mantan Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia bersatu Hamid, Awaluddin, serta fasilita­tor damai asal Finlandia, Juha Christensen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense