Dark/Light Mode

Kolaborasi Dengan Diplomat

Mendag Ajak Dubes Perluas Pasar Ekspor

Kamis, 13 Februari 2025 07:15 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam pembekalan kepada para Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Foto: Kemendag)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam pembekalan kepada para Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Foto: Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta para calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia, aktif bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperluas pasar ekspor di negara penempatan.

Hal ini disampaikan Budi San­toso saat memberikan pembeka­lan kepada 32 calon Duta Besar LBBP RI di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Selasa (11/2/2025).

“Kerja sama erat antara per­wakilan diplomatik dan Ke­mendag akan mendukung penca­paian target pertumbuhan ekspor sebesar 7,1 persen pada 2025,” kata Budi dalam keterangan res­mi Kemendag, Rabu (12/2/2025).

Menurutnya, dengan mem­perhitungkan berbagai faktor, seperti Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, PDB Indonesia, nilai tukar, serta harga komoditas dunia, ekspor Indonesia ditarget­kan tumbuh 7,1 persen pada 2025 atau senilai 294,45 miliar dolar AS (setara Rp 4.817 triliun).

Baca juga : Mantan Direksi PPSJ Didakwa Rugikan Negara Rp 224 Miliar

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengajak para calon duta besar mendukung tiga pro­gram utama Kemendag.

Pertama, pengamanan pasar dalam negeri. Kedua, perluasan pasar ekspor. Ketiga, program UMKM BISA Ekspor, yakni peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu berinovasi dan menembus pasar ekspor.

Budi optimistis, memasuki 2025 ekonomi dan perdagangan Indonesia akan mengalami per­baikan.

Beberapa lembaga internasi­onal memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada 2025 berada di kisaran 2,7 persen-3,2 persen. Sedikit lebih tinggi dibandingkan 2024. Sementara, volume per­dagangan dunia diproyeksikan meningkat 3,4 persen.

Baca juga : BTN Pede Aset Bakal Tembus Rp 500 Triliun

“Untuk memanfaatkan mo­mentum ini, penguatan diplo­masi perdagangan harus diting­katkan dan mampu mendukung target pertumbuhan ekspor. Kami berkomitmen memperluas pasar ekspor melalui penguatan diplomasi perdagangan,” jelas Budi.

Budi menekankan, penguatan diplomasi perdagangan dilaku­kan melalui berbagai upaya stra­tegis. Antara lain penyelesaian perundingan perdagangan, pe­nyelesaian sengketa dagang dan partisipasi aktif dalam forum internasional.

Saat ini, Kemendag telah mengimplementasikan 19 perjanjian dagang, menandatangani dan meratifikasi 10 perjanjian, serta tengah merundingkan 16 perjanjian lainnya.

Budi juga meminta dukungan dari para calon duta besar dalam tiga aspek utama. Pertama, pembu­kaan akses pasar dan peningkatan perundingan perdagangan dengan negara mitra melalui forum bilateral, regional, dan multilateral.

Baca juga : Konser Dan Event Olahraga Bakal Kerek Ekonomi DKI

Kedua, penyusunan infor­masi pasar agar perwakilan Indonesia di luar negeri dapat merespons isu-isu perdagangan yang berkembang. Termasuk perdagangan hijau dan berkelan­jutan.

Ketiga, pemanfaatan instru­men trade remedies, seperti anti-dumping, anti-subsidi dan safe guard untuk melindungi industri dalam negeri.

Kemendag saat ini memiliki 46 perwakilan perdagangan, terdiri dari 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 24 Atase Perdagangan, satu Konsul Perdagangan, satu Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) dan satu Duta Besar di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/ WTO).

Dengan dukungan para duta besar, Budi berharap Indonesia dapat terus memperluas jang­kauan ekspor dan meningkatkan daya saing produk di pasar global. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.