RM.id Rakyat Merdeka - Selebriti Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo alias Deddy Corbuzier, angkat suara tentang kontroversi pengangkatan dirinya sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan bidang Komunikasi Sosial dan Publik. Dia menegaskan, tak akan menerima gaji dan segala bentuk tunjangan, selama menjabat.
Melalui akun instagramnya, @mastercorbuzier, Deddy menjelaskan, isu efisiensi yang disangkutkan kepada gaji dan tunjangannya sebagai stafsus tidak berdasar. Sebab, sebelum dilantik sebagai Stafsus Menteri Pertahanan (Menhan), dia telah menyampaikan pada pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan), tidak akan menerima gaji dan segala bentuk tunjangan selama menjabat.
Dia pun menjelaskan alasan tentang keengganan mengambil gaji dan semua bentuk tunjangan. Pertama, kata Deddy, gaji dan tunjanganya lebih tepat diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Kedua, dia sudah merasa cukup dengan penghasilan yang didapat dari di dunia entertainment, termasuk dalam mengelola kanal-kanal YouTube-nya.
Baca juga : Hilirisasi Sektor Kelautan Bisa Sejahterakan Rakyat
“Jadi gini. Saya sejak awal sudah mengatakan kepada Kemhan, saya tidak akan ambil gaji atau apa pun itu yang sifatnya material untuk saya pribadi. Tidak akan sama sekali!” ujar Deddy, dikutip Jumat (14/2/2025).
Dia mengklaim, selama ini dirinya banyak membantu orang lain, meski tak mendapat gaji dari instansi Pemerintah. Indikator itu, kata Deddy, membuat dirinya memutuskan tidak mau menerima gaji dan semua bentuk tunjangan sebagai stafsus.
Dia juga meminta masyarakat tak menyoroti kualitas Stafsus Menhan lain yang sudah diangkat. Menurutnya, para stafsus yang telah diangkat Menhan, mempunyai dedikasi tinggi dan track record yang baik.
Baca juga : Lima Gubernur Terpilih Gabung Ke Partai Gerindra
“Yang jadi Stafsus bukan cuma saya. Ada lima orang lagi yang diangkat. Mereka orang-orang luar biasa. Kalau saya saja yang tidak dianggap, tidak apa-apa,” cetusnya
Pada postingan lainnya, pengelola podcast CloseTheDoor di kanal youtube ini juga menyindir konten atau pemberitaan yang kerap membanding-bandingkan jumlah kekayaan para stafsus pemerintahan, utamanya yang bukan berasal dari kalangan partai atau organisasi. Dia menegaskan, membandingkan kekayaan seseorang, hanya akan memperuncing kecemburuan sosial.
“Kekayaan akan membuat kita jadi bahagia, ketika kita bisa membantu orang lain. Tanpa selalu dikontenin,” imbuhnya.
Baca juga : Thomas Lembong Bersitegang Dengan Jaksa Penuntut Umum
Terpisah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini mengatakan, proses pengangkatan enam stafsus di Kemenhan tidak menyalahi aturan. Menurutnya, Kemenhan sudah mengatur pengangkatan itu sejak lama, namun terlambat melantik, sehingga bertepatan dengan momen efisiensi anggaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.