BREAKING NEWS
 

Gubernur Jateng Sebut Industri Tembakau Di Kudus Berencana Tampung 2.000 Eks Buruh Sritex

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 5 Maret 2025 15:27 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berkunjung di PT Djarum Oasis, Kabupaten Kudus, Rabu (5/3/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalin komunikasi dengan lintas sektor, dalam rangka mengurangi dampak sosial atas pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Kabupaten Sukoharjo. 

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, komunikasi dilakukan dengan pemerintah pusat, daerah, hingga sektor dunia usaha.

Khusus dari dunia usaha, disebutnya ada satu perusahaan industri tembakau di Kudus, Jawa Tengah yang siap menampung setidaknya 2.000 pekerja.

Baca juga : Pengamat Dukung Langkah Bahlil Wajibkan Pengusaha Tambang Bangun Smelter

"Tadi salah satu sudah bisikin saya, siap menyerap 2.000-an orang pekerja," kata Luthfi disela kunjungannya di PT Djarum Oasis, Kabupaten Kudus,  Rabu (5/3/2025).

Mantan Kapolda Jateng ini juga menyebut, berdasarkan data terbaru terdapat hampir 22 perusahaan yang siap menampung eks pekerja Sritex, manakala tidak tertampung di dunia kerja lain. 

Adsense

Terkait kapan hal itu akan terealisasi, Luthfi menerangkan, Pemprov Jateng sifatnya mengupayakan dan tidak menjanjikan sepenuhnya. 

Baca juga : Industri Manufaktur Kudu Fokus Garap Pasar Ekspor

"10 ribuan orang itu tidak gampang. Kita pilih, pilah, dan analisa. Kita tanya satu-satu, apalagi tidak semua eks karyawan Sritex berdomisili di sana. Ada juga yang dari luar Sukoharjo," ucapnya. 

Selain itu, Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) bila ada karyawan yang ingin bekerja mandiri. 

"Terkait tunjangan jaminan hari tua (JHT), dan tunjangan pemutusan hubungan kerja, kami upayakan maksimal (terbayar) sebelum hari raya (Lebaran 2025)," ujar Lutfhi.

Baca juga : Pj Gubernur Kaltim Sambut Investasi 13,8 Triliun Agrochemical China Di Kaltim

Menurut Luthfi, hal lain yang juga perlu dipikirkan adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan PT Sritex. 

"Saya sudah koordinasi dengan Bupati Sukoharjo agar mendata pelaku UMKM. Nanti kita akselerasi juga agar dampak sosial bisa kita minimalisir," pungkas Luthfi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense