BREAKING NEWS
 

Disampaikan Konglomerat AS Ke Prabowo

Birokrasi Dan Korupsi Hambat Indonesia Jadi Negara Maju

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Senin, 10 Maret 2025 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga kiri) dan Investor asal Amerika Serikat (AS) Ray Dalio (kedua kiri) serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ketiga kanan) menggelar pertemuan dengan pengusaha di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/3/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konglomerat asal Amerika Serikat (AS) Ray Dalio optimis Indonesia punya peluang besar menjadi negara yang lebih hebat lagi. Syaratnya, birokrasi dibenahi, korupsi diberantas. Karena, dua masalah itu yang menghambat Indonesia jadi negara maju.

Pernyataan itu disampaikan Ray saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih dan beberapa konglomerat Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Pernyataan Ray ini baru diketahui setelah Istana merilis video lengkap pertemuan lengkap berdurasi 27 menit di YouTube Sekretariat Kabinet RI, Sabtu (8/3/2025) malam. Sementara pada saat pertemuan dengan Prabowo itu, materi apa saja yang disampaikan Ray tidak diketahui wartawan.

Ray datang ke Istana karena memang diundang langsung oleh Presiden Prabowo. Kehadiran Ray untuk memberikan masukan kepada Pemerintah mengenai perekonomian Indonesia ke depan.

Baca juga : Dikunjungi Presiden Dan Wapres, Duka Korban Banjir Terobati

“Saya rasa, kami memang memerlukan nasihat yang kritis ini. Saya rasa kuncinya untuk bisa bagaimana kemajuan di dunia ini bisa selalu kami cari. Kami selalu memerlukan nasihat kritis dan juga keberanian untuk belajar dari satu sama lain,” kata Prabowo.

Tanpa banyak basa-basi, pengusaha dengan nama lengkap Raymond Thomas Dalio bilang, Indonesia punya modal besar untuk menjadi negara maju. Modal pertama, tingkat utang yang relatif rendah. Kedua, kecukupan dana sebagai modal untuk investasi sehingga dapat lepas landas menjadi negara maju.

Soal dana investasi, Indonesia baru saja meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini akan mengelola kekayaan negara dalam bentuk dividen BUMN untuk diinvestasikan ke proyek-proyek pembangunan yang meningkatkan ekonomi.

Danantara digadang-gadang akan mengelola aset BUMN hingga 900 miliar dolar AS. Menurut Ray, pengelolaan aset sebanyak ini dapat menjadikan Indonesia negara maju.

Baca juga : Gerindra: Ayo, Terjun Ke Politik

“Begitu ada pembentukan modal yang dipadukan dengan potensi yang tinggi ini, ada mendapatkan titik lepas landas yang terjadi,” kata pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates ini.

Hanya saja, masih ada hambatan bagi Indonesia untuk jadi negara maju. Kata Ray, setidaknya ada 5 tantangan yang harus dihadapi Pemerintah. Yakni, birokrasi, berusaha, tingkat kewirausahaan, pembentuk permodalan, dan tingkat korupsi.

Memang, hambatan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Ray menyebut Singapura dan China juga sempat mengalami tantangan ini. “Melalui pengalaman, saya memiliki pengalaman nyata di negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, dan sejumlah negara tempat saya melihat bagaimana transisi tersebut terjadi,” kenangnya.

Ray berpesan, seorang pemimpin harus bisa mengendalikan situasi, dan melakukan reformasi untuk menghadapi tantangan tersebut. “Dan dari pembicaraan dengan Presiden Prabowo. Saya pikir dia bisa menjadi orang itu,” katanya.

Baca juga : Netizen Minta Penyunat MinyaKita Dihukum Berat

Selain itu, Ray mengaku memiliki koneksi dan mitra dagang di hampir berbagai negara. Ia akan membantu Indonesia jika memang memerlukan bantuan, khususnya dalam hal pengembangan bisnis.

Adsense

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sepakat dengan Ray. Menurutnya, birokrasi yang baik tanpa korupsi menjadi faktor penting sebagai tata laksana dan dasar hukum terciptanya investasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense