Dark/Light Mode

Yang Mau Ubah Kebijakan

Gerindra: Ayo, Terjun Ke Politik

Senin, 10 Maret 2025 07:30 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kiri). (Foto: Instagram/rahayusaraswati)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kiri). (Foto: Instagram/rahayusaraswati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menyerukan kepada masyarakat yang menginginkan perubahan kebijakan untuk terjun ke dunia politik. Caranya, masuk ke partai politik dan memenangkan kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg).

"Kalau misalkan mau untuk sistem yang ada itu berubah, kebijakannya mewakili ma­syarakat, dan konteks masyara­kat saja itu luas banget. Jadi, kalau mau untuk ada yang bisa membuat kebijakan itu sesuai dengan keinginan, harus ada yang mau masuk ke politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam dis­kusi Vanita Naraya bertajuk "Politik Parlemen dan Pemajuan Kepentingan Kelompok Rentan" di Jakarta, Minggu (9/3/2025).

Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini mencontohkan, jika seseorang mau berkontri­busi pada kesetaraan gender, inklusivitas dan isu lainnya memang tidak harus terjun ke dunia politik. Namun, kalau mau mengubah kebijakan tetap harus masuk politik.

Untuk mengubah kebijakan, tempatnya ada di DPR-RI. Posisi ini, bisa diraih melalui kontestasi Pileg yang digelar setiap lima tahun sekali.

Baca juga : Netizen Minta Penyunat MinyaKita Dihukum Berat

"Untuk bisa maju pileg harus punya apa? Partai karena tidak mungkin bisa maju independen sesuai dengan undang-undang kita," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR itu menegaskan, apabila ma­syarakat tidak setuju dengan sistem yang ada dapat mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Harus masuk ke DPR supaya undang-undangnya diubah. Mau mengubah sebuah kebijakan, sistem, ya harus masuk dulu ke dalam sistem itu dan harus pu­nya power to make the difference," jelasnya.

Menurutnya, selama yang mau masuk politik itu bukan berdasarkan isu yang mau di­perjuangkan, tetapi hanya untuk mendapatkan kekuasaan untuk dirinya sendiri, bukan berarti untuk mendapatkan kekuasaan adalah hal buruk.

Baca juga : Bawaslu Serang Awasi Ketat Gerak-gerik Kades Dan ASN

"Kalau dia mau mendapatkan kekuasaan, ambisinya itu adalah untuk memperjuangkan keseta­raan gender. Tidak buruk, bagus. Ambisi itu harus kita dorong," ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Sara ini pun meminta masyara­kat tidak marah kepada politisi yang berusaha melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam sistem yang berlaku. "Jangan terus istilahnya don't hate the players, hate the game," ucap­nya.

Sara menjamin, saat ini DPR-RI adalah lembaga perwakilan rakyat Indonesia sangat ramah terhadap kaum perempuan dan anak yang masuk kelompok rentan.

"Dari pengalaman saya, kare­na ini adalah periode saya yang kedua, sebenarnya DPR itu sangat ramah terhadap perem­puan dan anak-anak kalau dari segi kita anggota DPR-nya," katanya.

Baca juga : Saksi Bersedia Diperiksa Sebelum Pergi Berumrah

Soal keterwakilan perempuan di dalam politik, Sara meyakini di Indonesia sudah cukup baik. Sara mengatakan, dari sisi kebi­jakan terdapat tantangan untuk memastikan bahwa persepsinya itu baik dan benar.

"Tapi, tentunya kita berharap semua yang ingin melihat negara ini menjadi lebih baik, itu men­dukung upaya untuk adanya keterwakilan perempuan yang lebih banyak lagi," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengaku sudah mengajukan fasilitas daycare atau tempat penitipan anak dan ruang laktasi ke Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.