RM.id Rakyat Merdeka - Proyek pembangunan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap di Kota Samarinda semakin mendekati penyelesaian. Hingga saat ini, progres konstruksinya telah mencapai 91,7 persen.
Terowongan yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk ini bertujuan mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di kawasan Gunung Manggah.
Dengan nilai investasi sebesar Rp 395,9 miliar, proyek ini menjadi terowongan jalan pertama di Kalimantan Timur yang dibiayai sepenuhnya menggunakan APBD tingkat kota.
Baca juga : Tekan Kecelakaan Pemudik, Polda Jateng Hadirkan Program Valet And Riders
Terowongan sepanjang 400 meter dengan lebar 10 meter ini akan memiliki dua lajur satu arah dan direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025. Selain sebagai solusi lalu lintas, proyek ini juga menjadi bukti kemampuan anak bangsa dalam merancang dan membangun infrastruktur secara mandiri.
Salah satu inovasi utama dalam pembangunan terowongan ini adalah penerapan metode Parallel NATM (New Austrian Tunneling Method). Dengan metode ini, seluruh pekerjaan, termasuk galian lower, invert, dan lining, dilakukan secara paralel, sehingga dapat mempercepat proses konstruksi tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas.
Pada Februari 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan terowongan ini. Ia mengapresiasi proyek tersebut sebagai solusi efektif dalam mengurai kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas di Samarinda. “Infrastruktur ini juga krusial dalam mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur,” kata Gibran.
Baca juga : Warga Kalibata City Protes Tarif Air PAM Naik 71,3 Persen
Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa terowongan ini menjadi salah satu pencapaian besar dalam pembangunan infrastruktur berbasis inovasi di Indonesia.
“Dengan adanya penerapan inovasi NATM, durasi pengerjaan proyek dapat dipersingkat secara signifikan tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kualitas konstruksi,” jelasnya.
Joko berharap, kehadiran Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap dapat memperlancar lalu lintas di Samarinda serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan Gunung Manggah. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan menjadi ikon baru pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Baca juga : Prabowo Luncurkan e-Katalog Versi 6.0, Mampu Pangkas Biaya ADM Hingga 50 Persen
“Proyek ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur modern dan inovatif dapat dilakukan dengan sumber daya lokal dan dana daerah, sekaligus menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.