BREAKING NEWS
 

Herman Deru Jaga Eksistensi Sumsel Jadi Daerah Tertinggi Produsen Beras Nasional

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 8 April 2025 17:33 WIB
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru saat mengikuti panen raya yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/4/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru terus memperkuat program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Hal ini bertujuan agar identitas Sumsel sebagai daerah tertinggi penghasil komoditas pangan tetap terjaga.

"Untuk mewujudkan kemandirian pangan tersebut, diperlukan semangat untuk menjaga eksistensi Sumsel sebagai 5 daerah tertinggi penyumbang produksi beras nasional, dengan memasifkan GSMP yang telah lama kita jalankan di Sumatera Selatan," kata Herman Deru saat mengikuti panen raya yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/4/2025).

Selain GSMP, Herman juga konsisten menjaga semangat petani melalui jaminan ketersediaan benih, pupuk, dan saprodi lainnya.

Baca juga : Kepekaan Sosial Masyarakat Sidrap Tinggi, Menag Beri Apresiasi

"Karena itu, perhatian pada petani perlu ditingkatkan agar semangat mereka tetap terjaga. Perhatian harus kita berikan mulai dari administrasi, Saprodi sampai tahapan pasca panen," ungkap Herman Deru.

Meski demikian, Herman mengingatkan kepala daerah se-Sumsel untuk berinovasi. Terutama inovasi dalam hal pengawasan seperti Peraturan Daerah (Perda) alih fungsi lahan. Ia meminta kepala daerah untuk menyegerakan agar dapat menghasilkan manfaat.

"OKI (Ogan Komering Ilir) harus siap-siap, ini harus (Perda alih fungsi lahan) disegerakan sebab majunya perekonomian dan investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini," pinta Herman Deru.

Adsense

Baca juga : Perang Dagang Jadi Medan Tempur Baru: Prabowo Sudah Berpikir Jauh Ke Depan

Saat ini, menurut politisi partai NasDem itu, Pemprov terus berupaya meningkatkan produksi beras. Selain mendorong penambahan Luas Baku Sawah (LBS) di OKI, ia berharap rampungnya Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) Selatan dalam beberapa tahun ke depan semakin memantapkan peningkatan produksi beras.

"Saat ini tak sedikit petani karet yang berangsur kembali ke sawah ini potensi besar yang harus kita tangkap. Untuk itu, kita minta Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Begitu juga TNI-Polri kita minta pengawasannya dalam proses distribusi pupuk ini agar tepat sasaran," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herman juga mengimbau petani untuk percaya diri melakukan produksi. Mengingat Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit agar Bulog dapat menyerap beras petani secara maksimal.

Baca juga : Lega Eks Suami Rutin Beri Nafkah

"Bulog diberi anggaran Rp 40 triliun untuk penyerapan. Harusnya petani tidak perlu ragu-ragu lagi produksi dengan HPP yang telah ditetapkan 6500/kg dalam kondisi siap angkut. Para Kades bisa tolong sosialisasikan ini," jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense