BREAKING NEWS
 

Bantai 11 Penambang, Teroris Papua Biadab

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 13 April 2025 08:37 WIB
Evakuasi jenazah pendulang emas korban serangan KKB di Papua (ANTARA FOTO/HO/Satgas Damai Cartenz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah. Mereka membantai 11 pendulang emas secara brutal dalam dua hari berturut-turut di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Teroris Papua benar-benar biadab.

Pembantaian keji ini terjadi pada 6 dan 7 April 2025. Kepala Operasi Damai Cartenz 2025 Brigjen Faizal Ramadhani mengungkapkan, para korban diserang saat berada di lokasi pendulangan emas di Lokasi 22 dan Muara Kum. Sebelum melakukan pembantaian, KKB sempat mengelabui para korban dengan mengaku sebagai kelompok Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.

Faizal menerangkan, ada dua warga lain yang hingga kini belum ditemukan. Mereka diduga disandera KKB. Keduanya diketahui bernama Dani, seorang kepala dusun, dan istrinya, Gebi.

Menanggapi insiden ini, aparat tak tinggal diam. Sebanyak 15 personel Polres Asmat dan 11 personel gabungan dari Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz telah dikerahkan ke lokasi untuk memburu para pelaku.

“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus memburu para pelaku dan memastikan keamanan warga di Papua tetap terjaga,” tegas Faizal

Pada Sabtu (12/4/2025), aparat gabungan berhasil mengevakuasi jasad 11 pendulang emas di Papua Pegunungan. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Jenazah tersebar di lima lokasi berbeda di dua kabupaten yang rawan gangguan keamanan.

Baca juga : Para Pendatang, Ayo Segera Lapor!

Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mengatakan, dari hasil laporan lapangan, 10 jenazah dievakuasi dari empat titik lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Yahukimo. Sementara, satu korban lainnya ditemukan di kawasan Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Terakhir dilaporkan dua jenazah dari Tanjung Pomali telah dievakuasi dan kini berada di RSUD Dekai," kata Patrige.

Jenazah yang ditemukan di Kawe sudah dibawa ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Sementara, 10 jasad lainnya masih berada di RSUD Dekai untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan ke keluarga masing-masing.

“Setelah teridentifikasi, jenazah akan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Adsense

Meski proses evakuasi telah dilakukan, Polda Papua belum menghentikan operasi kemanusiaan. Upaya pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang luput dari perhatian.

Dalam pembantaian itu, sebanyak 35 pendulang emas berhasil menyelamatkan diri. Mereka selamat setelah berjalan kaki sejauh 60 kilometer melewati hutan lebat menuju Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Baca juga : Pemerintah Sukses Bikin Petani Senang

Mereka tiba di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat, Selasa (8/4/2025). Para korban mulai melarikan diri dari lokasi tambang sejak Minggu (6/4/2025), bersamaan dengan peristiwa berdarah yang menewaskan 11 rekan mereka di tangan KKB.

"Ada 35 orang pengungsi berasal dari Yahukimo, mereka para pekerja tambang emas. Kami langsung memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan di sini," ujar Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki. 

Menurut Wahyu, para pendulang melarikan diri setelah mendapat ancaman dan serangan dari KKB. Dalam ketakutan dan keterbatasan logistik, mereka menempuh jalur ekstrem selama dua hari penuh demi menyelamatkan nyawa.

“Mereka berjalan kaki sekitar 58 sampai 60 kilometer melewati hutan. Untungnya, semua selamat,” katanya.

Wahyu menyebutkan, jumlah warga yang sempat kabur dari kejaran KKB diperkirakan mencapai 100 orang. Namun, tidak semuanya bergerak ke arah yang sama. Beberapa di antaranya berpencar dan kini masih dalam proses pencarian. 

Di Jakarta, Menko Polkam Budi Gunawan menyatakan, Pemerintah mengutuk keras aksi terorisme oleh KKB Papua. "Pemerintah mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Yahukimo, Papua, yang mengakibatkan tewasnya 11 orang oleh oknum bersenjata di Papua,” tegas Menko Polkam, dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Baca juga : RI Gencar Bernegosiasi & Genjot Kerja Sama ASEAN

Dia mengecam aksi pembunuhan sadis dan sporadic tersebut. Kejadian ini, kata dia, menunjukkan bahwa teroris Papua tidak memiliki rasa kemanusiaan. "Membuat masyarakat ketakutan untuk beraktivitas," ujarnya. 

Sejak kejadian, Menko Polkam telah mendorong jajaran keamanan untuk mengambil langkah-langkah segera untuk evakuasi korban dan peningkatan pengamanan. Sejumlah Kementerian/Lembaga juga telah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengambil langkah-langkah penanganan kekerasan di Papua.

Menko Polkam menekankan, Pemerintah akan terus meningkatkan pengamanan di daerah-daerah rawan di Papua. Hal ini agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali. Di samping itu, Pemerintah meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat Papua untuk tidak memberikan ruang terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua dan tidak memberikan ruang bagi para pelaku teror, serta terus melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat,” ujar Menko Polkam. UMM/BCG

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense