Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Budi Arie, Bahlil Dan Zulhas
Trenggono Dan BGS Temui Jokowi Di Solo
Sabtu, 12 April 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kediaman Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Jawa Tengah, ramai disambangi para menteri. Setelah Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Jumat (11/4/2025), giliran Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang sowan ke Jokowi.
Trenggono tiba di kediaman Jokowi sekitar pukul 09.30 WIB. Begitu sampai, Trenggono langsung masuk ke dalam gerbang. Sekitar satu jam kemudian, Trenggono keluar.
Kepada wartawan, Trenggono menyatakan, kunjungan ini hanya untuk bersilaturahmi di momen Lebaran. "Silaturahmi sama bekas bos saya, sekarang masih bos saya," ujarnya, sembari tersenyum.
Baca juga : Prabowo: Banyak Negara Diam, Pura-pura Tidak Tahu
Trenggono mengungkapkan, pembicaraan dengan Jokowi berupa obrolan ringan, seperti kondisi kesehatan. Mengenai tugasnya sebagai menteri, Trenggono mendapat sejumlah nasihat dari Jokowi.
Tak lama setelah Trenggono pamit, giliran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang datang menyambangi rumah Jokowi. Ia tiba bersama istri dan langsung masuk ke kediaman Jokowi.
"Ini silaturahmi, karena Pak Jokowi bos saya. Saya sama Ibu silaturahmi, mohon maaf lahir dan batin, juga doain Pak Presiden dan Ibu Iriana sehat," ujarnya, kepada wartawan.
Baca juga : I Ketut Kariyasa: Data Penerima Harus Jelas Dan Terukur
Dalam pertemuan tersebut, kata BGS, Jokowi menitipkan pesan penting. "Pak Jokowi titipnya, kesehatan rakyat jangan dilupakan. Jangan hanya Presidennya saja yang dijagain, 280 juta rakyat Indonesia mesti dijaga kesehatannya," ujarnya.
Dia lalu bicara mengenai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sedang digulirkan Pemerintah. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menjelaskan, dari program CKG ditemukan fakta menarik, yaitu masalah gigi jadi keluhan terbanyak masyarakat. Menurut BGS, hal ini dikarenakan keberadaan dokter gigi masih sedikit. Lebih dari 50 persen Puskesmas tidak memiliki dokter gigi.
"Makanya banyak masyarakat kita punya problem di gigi," tutur Budi.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bansos Pemberdayaan Efektif Atasi Kemiskinan
Setelah gigi, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. BGS mengingatkan, penyakit darah tinggi dan gula darah bisa berujung fatal jika tidak ditangani dengan baik dalam waktu lima tahun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya