Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serapan Bulog Capai 800 Ribu Ton
Pemerintah Sukses Bikin Petani Senang
Minggu, 13 April 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Kepresidenan mengapresiasi serapan gabah/beras dalam negeri yang tinggi oleh Perum Bulog dalam masa panen awal tahun ini. Hal itu membuat petani senang.
Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Bidang Pangan dan Pertanian Prita Laura mengatakan, pada musim panen raya padi serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota, Perum Bulog telah berhasil melakukan penyerapan lebih dari 800 ribu ton setara beras, yang merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Menurut Prita, berbeda dengan tahun sebelumnya, para petani pada musim panen raya tahun ini bisa semringah. Pasalnya, hasil panen mereka mendapat kepastian untuk dibeli dengan harga tinggi oleh Perum Bulog melalui HPP (Harga Pembelian Pemerintah) gabah Rp 6.500 per kilogram (kg).
Menurut Prita, pencapaian Perum Bulog bukan hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Ini juga berkontribusi pada pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo, swasembada pangan,” ujar Prita dalam keterangan resmi, Jumat (11/4/2025).
Baca juga : RI Gencar Bernegosiasi & Genjot Kerja Sama ASEAN
Untuk itu, Pemerintah mengapresiasi Bulog yang telah mengawal implementasi kebijakan pro petani yang diserukan Presiden. “Sehingga dapat memutus praktik-praktik yang memiskinkan petani,” ucapnya.
Prita menegaskan, upaya maksimal telah dilakukan Bulog untuk memastikan penyerapan dalam negeri mencapai target 3 juta ton pada 2025.
Upaya-upaya itu, kata dia, antara lain dengan program jemput gabah di mana Bulog bekerja sama dengan TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat). Khususnya Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk dapat membantu memonitor panen.
Dengan begitu, para petani sejahtera mendapatkan harga gabah sesuai harga pembelian Pemerintah yang telah ditetapkan, yaitu Rp 6.500/kg.
Hal ini diamini Ketua Komunitas Petani Muda Keren (PMK) AA Gede Agung Wedhatama. Sebagai petani, dia merasa senang dengan kepastian pembelian HPP Rp 6.500 per kilogram dari Bulog, dalam kondisi gabah kering maupun basah.
Baca juga : Hapus Kuota Impor, Wacana Presiden Banyak yang Dukung
“Hal ini sangat membantu kesejahteraan petani yang selama ini suka dirugikan ulah tengkulak,” tutur Gede Agung di Bali, Kamis (10/4/2025).
Peneliti Ahli Utama dan Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Erizal Jamal menilai, para petani merasa terbantu dengan Tim Jemput Gabah Bulog, yang memiliki pengetahuan akan jaringan koordinasi hingga level kecamatan tiap daerah.
Hal dikarenakan, keterlibatan Babinsa dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) merupakan kombinasi yang baik dalam membantu memperoleh informasi, terkait update titik panen di wilayah kerja yang bersangkutan.
Dia meniliai, kebijakan jaminan HPP yang dilakukan Pemerintah, juga mendorong sebagai katalis peningkatan konsumsi rumah tangga para petani.
“Ini membantu mendorong roda perekonomian Indonesia di tengah kondisi geopolitik dunia yang dinamis,” beber Erizal.
Baca juga : Trenggono Dan BGS Temui Jokowi Di Solo
Sebagai informasi, data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2024, konsumsi rumah tangga mencapai 54,04 persen menjadi penopang utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Tentunya dengan peningkatan kesejahteraan petani, akan memberikan dampak yang signifikan bagi PDB Indonesia,” sambungnya.
Saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di atas 2 juta ton. Diperkirakan pada musim panen raya, Bulog dapat menyerap maksimal sebesar 2,1 juta ton dari penggilingan padi dan 900 ribu ton dari petani.
Terpisah, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menegaskan, stok beras nasional saat ini ada sebanyak 2,4 juta ton.
“Pengadaan yang dilakukan secara nasional, telah mencapai 840 ribu ton setara beras dari target 3 juta ton setara beras,” kata Suyamto dalam keterangan resmi, Kamis (10/4/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya