RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau nahdliyin tak terprovokasi atas kritikan Muhammad Fuad Riyadi alias Gus Fuad Plered kepada Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
Ketua PBNU KH. Abdullah Latopada menegaskan, pernyataan Gus Fuad Plered disorot karena mengandung dugaan penghinaan atau ujaran kebencian kepada Guru Tua.
Dia pun berharap umat Islam, khususnya warga NU tetap kondusif dan bijak dalam menyaring isu pecah belah yang ramai di media sosial ini.
Baca juga : Skuad Garuda Makin Percaya Diri Hadapi Australia
"Kami mengajak dan yakin bahwa seluruh umat Islam, khususnya nahdliyin, tidak terprovokasi dan menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin," ungkap Kiai Abdullah Latopada dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).
Diingatkan, narasi pecah belah di medsos ini dapat merusak persaudaraan dan hubungan yang erat sesama umat Islam. Dia amat menyayangkan dugaan penghinaan ditujukan kepada ulama besar, apalagi memiiliki peran besar di masa lalu dan telah berjuang keras berdakwah agama Islam.
"Guru Tua adalah sosok yang dihormati, dan kita wajib menjaga marwah para ulama. Tetapi kita juga harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung akhlak dan kedamaian," imbaunya.
Baca juga : Turunkan Semua Pemain, Macan Kemayoran Panaskan Mesin
Sebagai Ketua PBNU, Kiai Abdullah Latopada paham, membela ulama adalah hal yang penting. Namun, tegasnya, harus dapat memilah dan mengukur seberapa jauh pembelaan tersebut, karena ukhuwah Islamiyah sangat penting dijaga bersama-sama.
"Jangan sampai niat membela ulama justru mencederai ajaran Islam. Mari kita jadikan ini momentum untuk memperkuat ukhuwah dan menahan diri dari ujaran kebencian. Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah umat," pesannya.
Sebelumnya, Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi alias Gus Fahrur juga menyerukan agar umat Islam tetap menahan diri agar perseteruan tidak meluas.
Baca juga : Keluarkan Surat, PBNU Larang Nahdliyin Kerja Sama Dengan Organisasi Israel
"Ini kan sama-sama umat Islam, sesama umat Nabi Muhammad jadi harus bisa menahan diri. Jangan saling menjatuhkan dan menyerang," kata Gus Fahrur.
"Ini harus dihentikan dan dicegah, karena sesungguhnya para kiai, ulama, dan Habaib adalah sesama tokoh agama Islam yang berperan penting dalam dakwah Islam di Indonesia sejak zaman dahulu, sekarang dan meneruskan perjuangan Walisongo," tegas Gus Fahrur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.