BREAKING NEWS
 

Umat Diminta Tak Terprovokasi Fatwa Jihad Langsung ke Gaza

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 15 April 2025 15:12 WIB
Pengamat isu politik Timur Tengah M Najih Arromadloni (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum lama ini, International Union of Muslim Scholar atau atau Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) mengeluarkan fatwa yang menyerukan seluruh umat Islam berjihad secara fisik atau berangkat langsung ke Gaza, Palestina. Menanggapi seruan jihad ini, pengamat isu politik Timur Tengah M Najih Arromadloni meminta umat tak terprovokasi.

Dia menekankan pentingnya mengemas semangat jihad melalui wadah kemanusiaan. Dia menyatakan, membela Palestina adalah suatu kewajiban secara agama, moral, dan secara kemanusiaan. "Mendukung kemerdekaan Palestina juga adalah amanat konstitusi Indonesia yang menegaskan bahwa penjajahan itu harus dihapus di seluruh muka bumi dan turut terlibat dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia,” terang dai yang akrab dengan sapaan Gus Najih ini, Selasa (15/4/2025).

Menurutnya, fatwa jihad secara langsung yang dikeluarkan IUMS terbilang kontroversial. Karena itu, kata Gus Najih, fatwa itu perlu dikoreksi bersama. Dalam hukum fikih Islam, jihad yang menggunakan senjata itu harus diorganisasi dan dipimpin pemerintahan yang sah, bukan oleh ormas, bukan oleh perorangan, individu, atau pihak non-pemerintah.

Baca juga : Gagal Di Piala Asia, Nova Langsung Fokus Piala Dunia U-17

“Ini semua dilakukan tentu saja demi menjaga kemaslahatan dan ketertiban. Sekali lagi, di dalam hukum fikih Islam, tidak bisa perorangan atau pihak non-pemerintah menggerakkan jihad bersenjata secara mandiri,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada yang meragukan beratnya penderitaan warga Palestina dalam menghadapi Israel. Namun demikian, perlu diahami dampak negatif yang ditimbulkan apabila umat Islam memenuhi seruan IUMS untuk berjihad secara langsung. 

Adsense

Gus Najih menjelaskan, seandainya banyak umat Islam yang notabene adalah masyarakat sipil, yang tidak pernah mendapatkan pelatihan militer, berangkat ke Gaza, jelas akan banyak korban berguguran. Dengan begini, unsur kemaslahatan umat yang seharusnya ada pada fatwa ulama jelas tidak akan terwujud, dan bantuan kemanusiaan yang seharusnya didapatkan oleh Palestina akan semakin berkurang jumlahnya.

Baca juga : Hakim Tak Terima Eksepsi Hasto, Perintahkan Jaksa Lanjut Pemeriksaan Saksi

“Jadi, sekali lagi, membela Palestina, melawan kezaliman yang dilakukan oleh Israel, itu adalah kewajiban. Tetapi itu semua harus dilakukan dengan rasional, tidak boleh melanggar hukum dan harus mempertimbangkan hal yang maslahat. Kita harus berpikir strategis,” imbuhnya.

Dia mengajak rakyat Indonesia untuk melakukan pembelaan terhadap Palestina ini dalam kapasitasnya masing-masing. Sebagai masyarakat sipil yang tidak bersenjata, tidak terlatih, bukan bidangnya untuk melakukan jihad bersenjata ke sana. 

“Kita berjuang sesuai kapasitas, dengan terus mengkampanyekan pentingnya kemerdekaan Palestina sebagai sebuah bangsa. Bentuk kampanye yang dimaksud bisa melalui bantuan logistik, pendidikan, kesehatan dan yang sejenisnya,” tukasnya.

Baca juga : BTN Siap Bangun Satu Juta Rumah

Gus Najih juga berharap agar segala bentuk upaya membela Palestina ini tidak membawa kemudharatan dalam bentuk apa pun di dalam negeri. Jika seruan jihad IUMS menimbulkan banyak gelombang masyarakat sipil yang menjadi Foreign Terrorist Fighter (FTF), justru akan menjadi masalah baru bagi keluarga yang ditinggalkan, dan bahkan mereka yang berangkat bisa membebani rakyat Palestina yang seharusnya mendapat pertolongan.

“Jangan memprovokasi dan jangan menebar propaganda yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi justru merusak stabilitas di negara-negara lain, apalagi di negara kita sendiri, Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense