Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintah Diminta Libatkan Profesional Swasta Dalam Kepemimpinan Danantara
Kamis, 20 Februari 2025 15:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 24 Februari 2025, Pemerintah diminta membuka peluang bagi profesional swasta untuk ikut memimpin lembaga ini.
Figur dari sektor swasta dinilai lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi Danantara. Sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat potensial, di antaranya Muliaman Hadad, Rosan Roeslani, Pandu Sjahrir, serta belakangan Rudiantara dan Gita Wirjawan.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk mempertimbangkan eksekutif dari perusahaan swasta besar seperti Astra International dan BCA Group. Model kepemimpinan yang diterapkan di perusahaan-perusahaan tersebut dinilai lebih profesional, berbasis meritokrasi, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Menurut Hardy R Hermawan, Senior Researcher SigmaPhi Indonesia, keterlibatan profesional swasta dalam kepemimpinan Danantara dapat membawa perubahan signifikan dalam tata kelola lembaga ini.
Baca juga : Kemenkop Siap Sukseskan Program Swasembada Pangan Lewat Reforma Agraria
“Dengan pengalaman mereka dalam mengelola bisnis secara efisien, pemimpin dari sektor swasta dapat menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance yang lebih ketat. Hal ini akan meningkatkan daya saing Danantara, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional,” jelasnya.
Hardy juga menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan dapat meningkat jika kepemimpinan Danantara dibuka bagi profesional swasta.
“Praktik bisnis yang sehat dan berbasis kinerja harus menjadi standar utama dalam pengelolaan Danantara. Jika dikelola secara profesional, perusahaan ini bisa berkembang lebih pesat dan tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah,” tambahnya.
Keterlibatan profesional swasta dianggap tidak berlebihan mengingat mereka sudah terbiasa berhubungan dengan bisnis internasional. Hal ini memberikan keunggulan dalam membangun jaringan global dan membuka peluang kerja sama strategis bagi Danantara.
Baca juga : Anak Sering Susah Makan? Kenali Rasa Dan Tekstur Makanan
Selain itu, reputasi internasional yang dimiliki para eksekutif swasta diyakini dapat meningkatkan kredibilitas Danantara di mata investor asing dan mitra bisnis global, memperkuat posisinya dalam persaingan global.
Meski mendapat dukungan, usulan ini juga menghadapi tantangan. Sejumlah pihak masih beranggapan bahwa kepemimpinan dari kalangan birokrat atau pejabat BUMN lebih memahami regulasi serta dinamika pemerintahan yang berkaitan dengan operasional Danantara.
Namun, Hardy meyakini, kekhawatiran tersebut bisa diminimalisir dengan sistem seleksi yang ketat dan berbasis kompetensi.
“Dengan seleksi yang transparan dan objektif, kita bisa mendapatkan pemimpin terbaik, tanpa harus terjebak pada dikotomi antara birokrat dan profesional swasta,” ujarnya.
Baca juga : Banten Lakukan Efisiensi & Rasionalisasi Anggaran
Dengan berbagai pertimbangan ini, desakan agar pemerintah membuka peluang bagi profesional swasta dalam kepemimpinan Danantara semakin kuat. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya