BREAKING NEWS
 

BPJPH Sudah Kasih Sanksi

Produk Mengandung Babi Bersertifikat Halal Ditarik

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 22 April 2025 07:25 WIB
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Foto: Dok. RM.ID)

 Sebelumnya 
“Bila produk berlabel halal mengandung bahan-bahan yang tidak halal, itu sudah termasuk dalam tindak penipuan,” tegasnya.

Sementara, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina menyatakan, pengawasan terhadap makanan dilakukan secara intensif dan berulang bersama BPJPH.

Dia juga mengimbau masyarakat agar aktif melakukan pengawasan mandiri sebelum membeli atau mengkonsumsi produk pangan.

Baca juga : Mantan Hakim Ad Hoc MA Ditawari Suap Rp 1 Miliar

Menurut Elin, masyarakat dapat melaporkan produk yang dicurigai ke kanal pengaduan resmi milik BPOM, dan dapat mengetahui lebih mendetail lewat laman resmi.

Dia juga meminta masyarakat untuk menerapkan kebiasaan Cek KLIK, yakni cek Kemasan, cek Label, cek Izin edar dan cek Kedaluwarsa (KLIK) saat membeli, serta mengonsumsi obat dan makanan.

Beredarnya produk pangan olahan yang mengandung unsur babi, juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.

Baca juga : Rafaksi Hasil Panen Perlu Diterapkan Lagi

“Inilah pentingnya baca ingredient sebelum membeli jajanan untuk diri sendiri dan anak kecil. Soalnya, kadang kita hanya lihat label halalnya, tanpa baca ingredient. Woy, label halal bisa disablon di produk itu,” tulis akun @nekodfbhnn.

“Setahu ku, kalau kita tidak tahu maka hukum makan makanan yang mengandung babi itu tidak menimbulkan dosa. Tapi, setelah pengumuman ini, hukumnya jelas menjadi haram dan dosa,” cuit akun @nonsmomspasps.

“Saya harap, Pemerintah melakukan uji klinis seperti ini untuk setiap makanan yang sudah berlabel halal. Terlebih, pada produk makanan diimpor,” timpal akun @kelekboloss.

Baca juga : Perketat Pengawasan,Lindungi Industri Lokal

“Kayaknya, meski diumumkan seperti ini, masyarakat banyak yang nggak begitu peduli. Soalnya kebiasaan kita itu, asal comot kalau belanja, apalagi kalau anak-anaknya rewel. Kita baru peduli ketika ada masalah kesehatan, kayak keracunan dan semacamnya,” kata akun @wsssiah198797. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense