Dark/Light Mode

Tak Impor Sampai Tahun Depan, Swasembada Beras Sudah Tercapai

Senin, 21 April 2025 08:40 WIB
Petani di Bogor sedang memanen padi. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Petani di Bogor sedang memanen padi. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah menggenjot swasembada berbuah hasil manis. Menurut Menko Pangan Zulkifli Hasan, per April ini, swasembada beras sudah tercapai. Sampai tahun depan, kita dipastikan tidak perlu impor beras.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, mengaku mendapat laporan menggembirakan dari Kementerian Pertanian ihwal panen raya dan hasil serapan beras nasional. Sejauh ini, hasil panen petani yang berhasil diserap untuk Beras Cadangan Pemerintah (BCP) sebanyak 1,5 juta ton.

"Itu artinya, insya Allah kita tidak akan impor beras sampai tahun depan,” kata Zulhas, di Jakarta, Minggu (20/4/2025).

Dengan panen raya yang sedang terjadi di mana-mana, Zulhas yakin, BCP bisa sampai 2 juta ton. Dia mencontohkan, saat ini, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turun melihat serapan beras di Sukabumi, Jawa Barat. "Target serapan beras kita bisa tembus 2 juta ton hingga akhir 2025," tambah Zulhas. 

Baca juga : Zulhas Minta Kadernya Perkuat Jaringan Politik

Capaian tersebut, tekan Zulhas, menjadi bukti bahwa swasembada pangan yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto mulai terwujud. "Kalau bahasa terangnya, swasembada itu sudah tercapai sampai April ini,” ucap Ketua Umum PAN ini.

Zulhas menerangkan, keberhasilan tersebut tidak bisa lepas dari pembenahan layanan sektor pertanian. Distribusi pupuk kini berjalan lebih cepat. Berbagai proses birokrasi yang sebelumnya berbelit telah dipangkas.

Pemerintah saat ini juga tengah berfokus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi. Regulasi yang sebelumnya menghambat pelaksanaan kini telah disederhanakan, memungkinkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung turun tangan.

"Dengan pelayanan yang lebih baik dan produksi yang terus meningkat, insya Allah sampai akhir tahun nanti hasilnya akan makin kuat,” ucap Zulhas, optimis.

Baca juga : Istri Mendes Menang Lagi Di PSU Kabupaten Serang

Bulog, yang ditugaskan untuk menyerap beras petani, terus bekerja. Agar optimal, Bulog telah menggandeng Babinsa, penyuluh pertanian, dan para mitra untuk langsung membeli gabah dari petani.

Sekretaris Perusahaan Bulog Widiarso optimis, dengan berbagai langkah ini, serapan beras dari petani bisa tembus 3 juta ton hingga akhir 2025. "Secara umum, panen masih berlangsung di banyak tempat," ujar Widiarso.

Dia memastikan, hasil serapan dari petani ini tersimpan dengan baik. Bulog telah bekerja sama dengan BUMN lain, para mitra penggilingan, TNI, dan pihak lain untuk menyediakan gudang dengan sistem pinjam pakai maupun sewa. “Sehingga Bulog dapat terus menampung hasil panen petani,” tuturnya.

Wiwiet, sapaan Widiarso, menambahkan, serapan yang paling besar dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP), yakni sebanyak 1,6 juta ton atau setara 800.000 ton setara beras. Sisanya, sebanyak 500.000 ton penyerapan sudah dalam bentuk beras. 

Baca juga : Usut Semua Yang Terlibat!

“Dengan penyerapan 1,6 juta ton GKP ini menunjukkan bahwa Bulog benar-benar serius turun menjemput gabah ke petani,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, total produksi beras Indonesia akan melimpah dan mencapai 16,62 juta ton beras sepanjang Januari-Mei 2025. Produksi beras diperkirakan naik 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 14,78 juta ton beras. 

Dengan begitu, produksi beras Indonesia akan bertambah 1,83 juta ton. Sepanjang Maret-Mei 2025, BPS memperkirakan produksi beras akan mencapai 13,14 juta ton. Produksinya naik 0,62 juta ton atau 4,96 persen dibandingkan Maret-Mei 2024. BYU/UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.