RM.id Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) resmi menandatangani perjanjian kerja sama penelitian di bidang keagamaan.
Penandatanganan berlangsung di Kantor BRIN, Jakarta, pada Senin (28/4/2025) dengan melibatkan Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PR AK) BRIN dan Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMA) sebagai pelaksana teknis dari pihak PBMA.
Kepala PR AK BRIN, Aji Sofanudin menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, sinergi antara BRIN dan PBMA merupakan langkah penting dalam mendorong perkembangan riset keagamaan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga : Dubes Dewi Gustina Tobing Perkuat Komitmen Kerja Sama Pariwisata & Budaya
“Kami tahu, Mathla’ul Anwar diisi oleh banyak peneliti senior dan periset muda yang tergabung dalam BRIMA. Diharapkan, penelitian bisa dilaksanakan agar hasilnya segera bisa dinikmati oleh publik,” ungkap Aji.
Ia juga menekankan, penelitian tidak akan terbatas pada satu tema, melainkan bisa berkembang ke berbagai isu, termasuk pendidikan. “Karena MA memiliki basis pendidikan yang kuat, maka nanti kita bisa meriset mengapa MA masih eksis mengelola pendidikan padahal usianya sudah 112 tahun?” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan Tinggi dan Litbang PBMA, Prof. Andriansyah, menegaskan komitmen Mathla’ul Anwar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan riset.
Baca juga : Arsenal Tertahan, Liverpool Tunda Pesta Kemenangan
“MA memiliki banyak SDM yang andal dan berkualitas. Kita juga punya Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), yang kini menempati peringkat kedua sebagai kampus dengan penelitian terbanyak di Banten. Maka dari itu, kita akan garap serius riset ini agar hasilnya bisa bermanfaat,” jelas Prof. Andriansyah, yang juga menjabat sebagai Rektor UNMA.
Direktur BRIMA, Asep Rohmatullah, menyatakan bahwa kerjasama ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem riset nasional. Ia mengungkapkan bahwa tema riset yang disepakati dalam tahap awal adalah “Green Religion untuk Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia”.
“Antara BRIMA dan BRIN sepakat akan menerjunkan peneliti yang berpengalaman, agar hasil riset bisa selesai tepat pada waktunya,” ujarnya.
Baca juga : TB di Tempat Kerja dan Penanganannya
Lebih lanjut, Asep menyebut riset keagamaan ini akan diikuti oleh riset di bidang pendidikan, politik, budaya, ekonomi, hingga ketahanan pangan. “Kita berikhtiar, BRIN dan BRIMA terus bersinergi untuk melahirkan banyak hasil penelitian, demi mendukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.