BREAKING NEWS
 

BEKAL Pemimpin 4.0: Tonggak Kepemimpinan Untuk Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 30 April 2025 21:15 WIB
President of United in Diversity, Tantowi Yahya. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - United in Diversity (UID) atau Yayasan Upaya Indonesia Damai, organisasi nirlaba yang memfasilitasi kolaborasi antara pemimpin tiga sektor yakni bisnis, pemerintahan, dan masyarakat sipil baru saja menggelar perayaan kelulusan program Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin 4.0" di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat (25/04) pekan lalu.

Program BEKAL Pemimpin 4.0 dimulai pada November 2024 dan melibatkan 57 peserta terpilih dari 25 provinsi di Indonesia.

Mereka berasal dari beragam sektor yang berkontribusi dalam pengelolaan SDA, termasuk pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, pelaku usaha lokal, organisasi masyarakat sipil lokal dan nasional, akademisi, media, hingga kelompok masyarakat.

Fokus isu yang mereka geluti beragam, mencakup isu-isu terestrial, kelautan, tata kelola lintas sektor, serta kebijakan publik.

Para praktisi muda telah menyelesaikan serangkaian pembelajaran intensif selama hampir 6 bulan untuk menumbuhkan kesadaran sistem secara holistik dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) berkelanjutan di Indonesia.

"UID menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan soal menciptakan sesuatu yang baru secara individual, tetapi tentang menyatukan niat, membuka ruang kolaborasi, dan membangun kepercayaan lintas batas," jelas President of United in Diversity, Tantowi Yahya dalam keterangannya, Rabu (30/4).

Baca juga : Pelindo Solusi Logistik Dorong Kepemimpinan Perempuan

Para peserta BEKAL telah menjalani proses pembelajaran intensif untuk mengasah kapasitas kepemimpinan mereka melalui berbagai pendekatan, mulai dari lokakarya di ruang kelas generatif, kunjungan lapangan, penginderaan (sensing), hingga pembelajaran mandiri.

Rangkaian workshop yang mereka ikuti mencakup Foundation Workshop, Sensing Workshop, Deep Dive Workshop, Prototype Workshop, Final Workshop, dan diakhiri dengan Perayaan Kelulusan atau Graduation.

Menurut Tantowi Yahya, program BEKAL Pemimpin tidak bertanya ‘apa yang harus kita ciptakan’, melainkan ‘bagaimana kita mewujudkan perubahan itu bersama’, dengan mengedepankan proses yang partisipatif, reflektif, dan berakar dari lapangan.

"Di situlah letak kekuatan program ini: menjadi wadah lahirnya para pemimpin muda yang siap menjadi penggerak perubahan di tengah sistem yang kompleks, namun penuh harapan,” jelas Tantowi.

Adsense

Dalam tiga bulan terakhir perjalanan pembelajaran, para peserta diajak untuk mengaktualisasikan kepemimpinan mereka melalui tantangan nyata dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

Melalui proses prototyping yang berangkat dari kegelisahan mereka sebagai pelaku sistem, peserta merancang inisiatif lintas sektor yang berakar pada konteks dan kebutuhan di lapangan.

Baca juga : Ini Tips Nawakara Jaga Keamanan Terintegrasi Dukung Bisnis Berkelanjutan

Melalui perayaan kelulusan ini, BEKAL Pemimpin memperkenalkan angkatan ke-4 sekaligus mempersembahkan prototipe sebagai narasi baru dalam pengelolaan sumber daya alam yang adil, berkelanjutan, dan selaras dengan kearifan lokal.

Inisiatif ini menjadi harapan bahwa masa depan yang lebih baik dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.

Lebih jauh, perayaan ini juga menandai awal dari babak baru perjalanan para peserta sebagai agen perubahan di berbagai sektor.

Chancellor of United in Diversity, Suyoto menambahkan BEKAL Pemimpin hadir sebagai ruang pembelajaran transformatif yang berinvestasi pada kapasitas pemimpin muda dari berbagai sektor dan bidang.

Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga diajak untuk menyelami kompleksitas, membangun koneksi antaraktor, serta memimpin perubahan dari dalam sistem yang mereka jalani.

"Dengan cara ini, BEKAL mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin yang mampu menjadi agen perubahan di ekosistemnya masing-masing, yang membawa semangat kolaborasi dan keberanian untuk merintis masa depan yang lebih adil dan lestari,” jelas Suyoto.
 

Baca juga : Kondisi APBN Per Maret 2025: Pendapatan Meningkat, Pengeluaran Terkendali

Hingga saat ini, BEKAL Pemimpin telah melahirkan tiga angkatan dengan total 171 fellow yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Angkatan pertama, yang berlangsung hingga Desember 2019, diikuti oleh 53 praktisi muda terpilih dari 19 provinsi.

Angkatan kedua diselesaikan pada Oktober 2021 dengan 58 peserta dari 22 provinsi, yang berasal dari berbagai sektor pengelolaan sumber daya alam.

Sementara itu, angkatan ketiga yang rampung pada Mei 2023 diikuti oleh 60 praktisi dari 27 provinsi, dengan latar belakang pengalaman di sektor pemerintahan, bisnis, organisasi masyarakat sipil, dan isu-isu lingkungan berkelanjutan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense