RM.id Rakyat Merdeka - Kesungguhan dan keseriusan Presiden untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak perlu diragukan. Presiden telah memutuskan IKN masuk dalam daftar proyek strategis nasional dan menyetujui anggaran Rp 48 triliun untuk membangun gedung-gedung yudikatif dan legislatif di sana. Ini makin membuktikan bahwa Presiden Prabowo punya komitmen kuat untuk segera mewujudkan IKN sebagai ibu kota politik, melanjutkan legacy presiden sebelumnya, Joko Widodo.
“Bapak Presiden Prabowo benar-benar ingin IKN menjadi ibu kota politik pada tahun 2028,” ungkap Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka di kantornya, Menara Mandiri Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Baca juga : Bisa Salurkan KUR, Koperasi Merah Putih Disokong Bank BUMN
Menurut Kepala OIKN, Presiden Prabowo tak berbeda dengan Jokowi saat memperhatikan detail-detail pembangunan di IKN. Salah satunya, memberi masukan untuk desain ruang sidang paripurna untuk Gedung MPR/DPR IKN. Presiden meminta tim untuk mempelajari arsitektur India dan Mesir sebagai referensi. Termasuk dalam pemilihan warnanya.
Baca juga : Siswa, Guru, Orangtua Dan UMKM Happy
Menurut Basuki, fokus tugasnya di IKN saat ini adalah untuk menancapkan dua tonggak penting. Pertama, penempatan aparatur sipil negara (ASN) di IKN mulai tahun ini. Sehingga pihaknya menyiapkan kantor, rumah susun untuk tempat tinggal, dan mendidiknya agar sesuai standar operasional birokrasi yang efisien, berintegritas dan tata kelolanya baik.
Baca juga : Haykal: Pemilih Kesulitan Mengenali Kandidat
Kedua, tonggak IKN sebagai ibu kota politik, yang dideklarasikan tahun 2028. Yang harus disiapkan bukan hanya kawasan inti, tetapi juga wilayah sekitar IKN. Misalnya, fasilitas sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Sepaku harus diperbaiki, agar anak-anak ASN yang pindah ke IKN bisa melanjutkan pendidikannya. “Kami juga menyiapkan masyarakat lokal agar siap menjadi warga ibu kota,” tambah Basuki.
Saat wawancara, Kepala OIKN didampingi oleh Juru Bicara Troy Pantouw. Sementara Tim Rakyat Merdeka dipimpin Kiki Iswara Darmayana (CEO Rakyat Merdeka Group) dan didampingi oleh Ratna Susilowati (Direktur Pemberitaan), Firsty Hestyarini (Pemimpin Redaksi RM Digital), Sarif Hidayat (Kepala Redaktur Eksekutif), Bambang Trismawan (Editor) dan Dwi Pambudo (Jurnalis Foto/Videografer). Berikut petikan wawancara selengkapnya:
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.