BREAKING NEWS
 

Datangi Kantor Menteri Pigai

Dedi Mulyadi: Kirim Siswa Ke Barak Tak Langgar HAM

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Jumat, 9 Mei 2025 07:25 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai (jas) menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (baju putih) di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Kamis (8/5/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM.ID)

 Sebelumnya 
Menham Natalius Pigai mengatakan, Pemerintah sedang menunggu hasil gelombang pertama pengiriman anak ke barak, yang berlangsung bulan ini. Jika hasilnya bagus, kementeriannya akan mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan kebijakan tersebut.

Pigai menilai, pendidikan anak di barak militer tak menabrak prinsip-prinsip HAM. Syaratnya, anak-anak yang dinilai bermasalah tak boleh menerima hukuman fisik.

Menurut Pigai, hukuman fisik adalah bentuk corporal punishment. Metode tersebut merupakan cara-cara lama yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

“Cubit telinga, atau pukul kaki supaya disiplin, itu corporal punishment,” imbuhnya.

Baca juga : Bulog Catat Rekor Baru

Sementara, pengamat pendidikan sekaligus pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Dharma menyarankan, kebijakan mengirim siswa nakal ke barak militer, khusus diberlakukan pada anak-anak yang tidak bisa ditangani oleh sekolah maupun orang tua.

“Ini special case (kasus khusus) yang membutuhkan special treatment (perlakuan khusus),” tegasnya.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Zainal Arifin memiliki pendapat berbeda. Dia khawatir, kebijakan itu berdampak pada penegakan HAM hingga mempersempit ruang supremasi sipil.

“Yang terjadi di Jawa Barat, anak-anak dimasukkan ke barak militer, ini merusak sistem demokrasi kita,” kata Zainal.

Baca juga : ASN Wajib Pakai Produk Lokal Setiap Hari Kamis

Kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer masih ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.

“Baru lihat berita anak-anak nakal bakal dikirim ke barak, ini bau-baunya Indonesia bakal ada wajib militer?” cuit akun @orenjijuseyo.

“Program pendidikan perbaikan mentalitas anak nakal ke barak militer yang dilakukan Gubernur Jawa Barat @DediMulyadi71, baiknya diterapkan juga secara nasional oleh Bapak Presiden @prabowo, serta menjadi perhatian khusus @KPAI_official, Kementerian PPA dan Komisi VIII @DPR_RI,” tulis akun @KaisarTan1.

“Sekarang, Kang KDM mungkin belum melihat dampak kebijakan mengirim anak-anak ke barak militer. Saat ini, ada harapan, anak-anak itu akan menjadi orang atau anak baik setelah ke rumah. Semoga itu yang terjadi, ya. Jangan sampai, saat pulang mereka justru punya inisiatif bikin ormas. Bisa berabe negeri ini. Hehehe,” tutur akun @DenasIdn1.

Baca juga : Potensi PAD Jakarta Menguap Rp 1,4 Triliun

“Kang KDM, orang yang telat bayar utang, selingkung dan kecanduan mancing, tolong dikirim ke barak militer juga. Biar mereka belajar bertanggung jawab pada diri sendiri dan keluarga,” timpal akun @nooojdwbu. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense