BREAKING NEWS
 

Pecalang Tolak Preman Berkedok Ormas Di Bali

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Senin, 19 Mei 2025 07:25 WIB
Pecalang. (Foto: Antara Foto)

 Sebelumnya 
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menegas­kan, tidak ada aksi premanisme yang digerakkan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) yang dapat mengganggu investasi dan pari­wisata di Pulau Dewata.

Dia menyampaikan bahwa amannya Bali tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Mereka sangat peduli dan sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan, termasuk peran para pecalang Bali.

Ariasandy mengungkapkan, pecalang Bali sangat aktif men­jaga wilayah adatnya masing-masing yang bersinergi dengan TNI dan Polri serta pemangku kepentingan lain. Walhasil, situasi kamtibmas di Pulau De­wata tetap aman dan kondusif.

Baca juga : Wagub NTB Masih Malu, Wali Kota Mataram Maju

“Mari kita bersama jaga keru­kunan dan keamanan. Semoga ke depan Bali yang kita cintai sebagai salah satu pulau tujuan wisata terbaik di Indonesia, bah­kan di dunia, tetap ajeg, aman dan damai,” ajak Ariasandy.

Di media sosial X, warganet mengapresiasi komitmen masyarakat Bali menjaga wilayahnya melalui adat istiadat dan budaya.

“Paling bener udah ini. Kalau masyarakatnya bisa dan mampu, maka untuk apa ormas. Apalagi ormas sekarang banyak oknum anggotanya yang melakukan praktik pemerasan dengan se­gala macam alasan,” ujar akun @iwynagwusetaya4.

Baca juga : KPK: Ada Kaitan Dengan Kasus Eks Bupati Kukar

“Pecalang sudah tidak diragu­kan lagi kebenarannya. Apalagi mereka bekerja atas dasar adat, mereka tidak mungkin bikin malu adat,” ujar @Humanityishuaman.

“Seandainya semua daerah juga punya penegak aturan hidup bermasyarakat dalam adat dan budaya, pasti ayem tentrem dan investasi lancar jaya,” ujar akun @albereaodb.

“Sebenernya model pengaman­an seperti di Bali bisa diterapkan di daerah lain. Tinggal disesuai­kan saja dengan kearifan setem­pat,” ujar akun @hskwuvej. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense