BREAKING NEWS
 

Mencari Lembaran Masa Lalu di Museum dan GAS Padang

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Minggu, 25 Mei 2025 09:19 WIB
Para mahasiswa Jurusan SPI, Fakultas Adab dan Humoaniora, UIN Imam Bonjol Padang saat mengikuti kuliah lapangan untuk kearsipan di Museum dan GAS, Balai Kota Padang, Jumat (23/5/2025).

 Sebelumnya 
Arsip-arsip yang dimiliki dan dikelola GAS pada dasarnya tidak saja sebagai penghubung masa kini dan masa lampau, namun juga menjadi lumbung emas bagi periset sejarah, terutama dari kalangan mahasiswa maupun akademisi lainnya.

Karena menjadi pusat dari penyimpanan dan pelestarian arsip, GAS pun banyak dikunjungi oleh para akademisi, atau pun masyarakat yang ingin merelungi masa lampau dari Kota Padang, sejak masa Kolonial Belanda hingga kini.

Baca juga : DPR: Mendag Jangan Kendor

“Koleksi GAS ini tidak saja menarik minat dari para akademisi, tapi juga kalangan guru, serta siswa, bahkan mulai dari Play Group, SD, SMP hingga SMA,” sambung Restu.

Tingginya minat dari warga untuk mengunjungi Balaikota Padang, menurutnya tidak saja karena faktor bangunan sebagai bagian dari peninggalan masa Kolonial Belanda, namun juga keberadaan dari GAS dan museum, sebagai bagian dari benang merah perkembangan Kota Padang.

Baca juga : Darmizal Beberkan 9 Alasan Jokowi Pantas Jadi Ketum PSI

“Kami berharap, adik-adik mahasiswa SPI dapat memanfaatkan koleksi arsip di GAS ini, sebagai bahan riset atau pun penulisan skripsi. Apalagi koleksi GAS sebagian besar telah kita digitalisasi,” pungkas Restu, menutup kuliah untuk kearsipan di Gedung Balaikota Padang.

Jessika, mahasiswa Jurusan SPI, mengaku senang bisa mengunjungi GAS milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Menurutnya, ini merupakan pengalaman berkesan dan penuh wawasan.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Peran Keluarga Hadirkan Generasi Penerus Berdaya Saing

Salah satu aspek paling mengesankan, kata Jessika, adalah saat diperkenalkan dengan sejumlah arsip penting dan koleksi foto-foto lama, yang menggambarkan Kota Padang sejak masa kolonial.

“Seakan diajak melakukan perjalanan melintasi waktu. Kami dapat menyaksikan perubahan bentuk kota, perkembangan arsitektur, serta dinamika kehidupan masyarakat, dari era penjajahan Belanda hingga masa kini," ungkapnya. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense