RM.id Rakyat Merdeka - Kericuhan yang terjadi di event job fair ‘Bekasi Pasti Kerja’ di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Selasa (27/5/2025), masih ramai diperbincangkan netizen di berbagai media sosial (medsos). Ada yang menilai, masalah itu disebabkan kecilnya jumlah kesempatan kerja yang tersedia. Namun ada juga yang menganggap pihak penyelenggara acara kurang siap.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi Nur Hidayah mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi selaku pelaksana job fair ‘Bekasi Pasti Kerja’, tak menyangka animo pencari kerja dalam acara itu sangat besar. Hal itu di luar prediksi dan persiapan yang dilakukan sebelum acara.
Menurut Hidayat, besarnya animo pelamar kerja yang datang tak lepas dari kehadiran perusahaan ternama yang membuka lowongan kerja. Kemudian, peserta yang datang ke lokasi acara tak hanya dari Kabupaten Bekasi, tapi juga daerah luar.
Baca juga : Dua Paslon Siap Tanding Di PSU Jilid 2 Barito Utara
“Animo pencari kerja sangat tinggi. Sejak pukul 06.00 WIB, mereka sudah mulai mengantre. Jumlah yang hadir jauh melebihi prediksi, kondisi sempat padat, mendorong kami membuka akses lebih awal sekitar pukul 08.00 WIB,” jelas Hidayah dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (29/5/2025).
Selama terjadi kericuhan, lanjut dia, ada sejumlah peserta yang mengalami kelelahan hingga pingsan. Namun, seluruhnya telah mendapat penanganan medis dan dinyatakan pulih. “Tidak ada peserta yang dirawat inap,” imbuhnya.
Ke depan, Hidayah berjanji, Pemkab Bekasi akan memperbaiki aspek manajemen antrean, pengaturan kelompok masuk dan penguatan sistem digital dalam event job fair.
Baca juga : Kasus Pengadaan Laptop Di Kemendikbudristek, Kejagung Periksa 28 Saksi
Selain itu, pihaknya juga membuka kemungkinan event job fair selanjutnya dilaksanakan secara virtual atau hybrid.
“Kalau tetap offline, kami akan gelar dengan konsep dan sistem yang disempurnakan. Yang jelas, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Termasuk mengevaluasi peran pihak pelaksana acara dan memperkuat sinergi dengan pihak keamanan, Kominfo, dan stakeholder lain,” terangnya.
Hidayah menambahkan, Pemkab Bekasi berkomitmen menjadikan job fair di Bekasi sebagai role model job fair yang tidak hanya menghadirkan peluang kerja, tapi juga menjamin kenyamanan dan keamanan seluruh peserta.
Baca juga : Tanggung Jawab LPS Kini Makin Kompleks
Terpisah, Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Sunardi Manampiar Sinaga menyatakan, membludaknya jumlah peserta job fair yang diselenggarakan Pemkab Bekasi, bisa dipicu berbagai faktor. Dia juga membantah, kericuhan tersebut dijadikan indikator minimnya peluang kerja di Indonesia.
“Kalau dibilang job fair di Bekasi membludak bahkan ricuh, menjadi potret sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia, saya kira kurang tepat,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, menurut Sunardi, para peserta mempunyai beragam alasan datang ke job fair. Antara lain, murni mencari pekerjaan, mencari pekerjaan sampingan/agar bisa double job, persiapan untuk dapat pekerjaan pengganti, atau sekadar berkonsultasi soal pekerjaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.