BREAKING NEWS
 

Tangani Masalah Tambang Di Raja Ampat

Bahlil Tunjukkan Sikap Berpihak Pada Rakyat

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 16 Juni 2025 07:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia (tengah) menyampaikan keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025). (Foto: Instagram/bahlillahadalia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyatakan dukungan terhadap langkah tegas pemerintah mencabut izin usaha pertambangan (IUP) dari empat perusahaan tambang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Menurutnya, kebijakan itu diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menyerap aspirasi rakyat.

"Presiden Prabowo sering menegaskan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat, dan ke­daulatan itu telah diberikan kepa­da pemerintah, yaitu Presiden,” ujar Idrus dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Ia menekankan bahwa para­digma pemerintahan saat ini adalah paradigma kerakyatan. “Jika sudah menyangkut rakyat, maka kita tidak boleh mundur. Ini sejalan dengan tagline Partai Golkar: suara rakyat adalah suara Golkar,” tambahnya.

Idrus menjelaskan bahwa pencabutan IUP dilakukan setelah Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, turun langsung ke Raja Ampat untuk mengecek kondisi di lapangan. Di sana, Bahlil menemukan sejumlah fakta terkait dampak lingkungan akibat aktivitas tambang.

Baca juga : Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Gangguan Server

“Dengan adanya laporan dari masyarakat dan informasi lapangan yang disampaikan kepada Pak Bahlil, maka sesung­guhnya yang mendapat insentif politik adalah pemerintah secara keseluruhan,” ujarnya.

Idrus pun mengapresiasi par­tisipasi publik dalam menyam­paikan informasi terkait praktik tambang di wilayah konservasi tersebut. Ia menyebut, kehadiran Bahlil—yang juga Ketua Umum Partai Golkar—menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

Adsense

"Pak Bahlil turun langsung ke lokasi untuk mencari fakta. Itu bentuk tanggung jawab. Beliau tidak cuci tangan, tidak melem­par masalah, tapi justru datang dan mendengarkan langsung keluhan warga,” tegas Idrus.

Menurutnya, Bahlil telah menunjukkan sikap patriotik dan nasionalis dalam menangani persoalan tambang nikel di Raja Ampat. Ia bahkan memutuskan penghentian sementara aktivitas tambang, kemudian mereko­mendasikan kepada Presiden untuk mencabut izin empat perusahaan tambang tersebut.

Baca juga : Deklarasi Paslon Independen Pilkada Pangkalpinang Meriah

"Ketika ada masalah rakyat, wujud dari nilai patriotisme adalah dengan mendatangi lang­sung. Meskipun rakyat marah, itu harus dihadapi. Jangan lari dari masalah,” tegas Idrus.

Di kesempatan yang sama, politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menambahkan, penerbitan IUP di Raja Ampat dipastikan tidak dilakukan pada masa jabatan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM. Menurutnya, kunjungan Bahlil ke Raja Ampat justru membuka tabir permasalahan tambang di kawasan tersebut.

"Kehadiran Pak Bahlil ke Sorong dan Raja Ampat mem­buat persoalan ini menjadi terang. Aspirasi masyarakat akhirnya sampai ke pemerintah pusat,” kata Doli, yang juga Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Doli memastikan bahwa Partai Golkar mendukung penuh upaya pelestarian alam di Raja Ampat. Menurutnya, langkah Bahlil sejalan dengan komitmen partai untuk menjaga kawasan Raja Ampat sebagai destinasi wisata utama Indonesia.

Baca juga : Kejagung Dalami Peran Pejabat Perekrut Konsultan

“Ini adalah bentuk sikap tegas Ketua Umum kami. Posisi Partai Golkar sangat jelas: mempertahankan Raja Ampat sebagai ka­wasan konservasi dan pariwisata unggulan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense