Dark/Light Mode

Tim Solid, Kinerja Positif Di Seluruh Lini Bisnis

Pertamina Mampu Adaptasi & Punya Daya Tahan Tinggi

Senin, 16 Juni 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (Foto: Dok Pertamina)
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (Foto: Dok Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) bersyukur mampu mengantongi kinerja positif di seluruh lini bisnis. Khususnya pada masa-masa menantang tahun 2024, saat tren harga minyak turun hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Berkat kerja sama tim yang solid, Pertamina mampu melewati segala tantangan tersebut.

“Kami bisa menjaga kinerja positif, mampu beradaptasi dan meraih kinerja positif di sektor hulu, midstream maupun hilir,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Pertamina meraih penda­patan sebesar 75,33 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1.194 triliun, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) senilai 10,79 miliar (Rp 171,04 triliun) dan laba bersih senilai 3,13 miliar (Rp 49,54 triliun).

“Capaian ini menunjukkan Pertamina mampu beradaptasi dan memiliki daya tahan yang tinggi sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) energi nasional yang strategis,” ucap Simon. 

Menurutnya, sebagai garda terdepan dalam menjaga keta­hanan energi nasional, sepanjang 2024 seluruh lini bisnis Pertamina bergerak secara sinergis untuk memperkuat empat aspek utama. Yaitu, Availability, Accessibility, Affordability dan Acceptability.

Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia emas 2045 dan 8 Misi Pembangunan Strategis yang terangkum dalam Asta Cita.

Sebagai tulang punggung ekonomi nasio­nal, lanjut Simon, Pertamina akan terus me­ning­katkan produksi hulu minyak dan gas (migas) untuk mendukung pencapaian target nasional 1 juta barel per day pada 2030 atau lebih cepat. 

Capaian itu menjadikan Pertamina sebagai kontributor 69 persen minyak nasional dan 37 persen gas nasional. Dari sisi kilang, Pertamina juga berhasil menjadi kontributor utama produksi Bahan Bakar Nasional (BBM) nasional.

“Pada 2024, produksi migas terjaga solid di angka 1 juta barel setara minyak,” ucapnya.

Baca juga : Zulhas: SDM Kita Kalah Sama China Dan Korsel

Selain itu, produksi BBM Ki­lang Pertamina berhasil me­menuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional. Bahkan kebutuh­an avtur dan diesel 100 persen dipenuhi dari kilang domestik.

Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur distribusi energi hingga saat ini lebih dari 15.000 Titik Retail BBM, 260 ribu Titik Pangkalan LPG (Li­quefied Petroleum Gas), 6.700 gerai Pertashop dan 573 lokasi BBM Satu Harga, yang tersedia untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri. 

Distribusi energi juga disokong pengoperasian 288 kapal. Dari segi bisnis gas, Pertamina mengoperasikan lebih dari 33 ribu kilometer (km) pipa transmisi dan distribusi gas, serta sekitar 820 ribu sambungan ja­ringan gas (jargas). 

“Ini tugas besar bagi Pertamina dan semua memegang peranan penting di dalamnya. Bukan hanya untuk menjaga ketahanan energi. Tapi juga untuk menjaga kedaulatan energi bangsa,” tegas Simon.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menambahkan, Pertamina berkomitmen terus meningkatkan produk dalam negeri. Yakni, dengan realisasi belanja nasional mencapai Rp 415 triliun yang memberikan kontribusi kepada 4,1 juta lapangan kerja, dan mening­katkan PDB (Produk Domestik Bruto) Nasional hingga Rp 702 triliun pada 2024. 

Seluruh Subholding dan anak usaha Pertamina juga fokus memberikan kinerja terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Emma menegaskan, produksi migas yang meningkat secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjamin ketersedia­an energi di seluruh Indonesia. 

“Yang pada gilirannya akan menumbuhkan seluruh sektor ekonomi,” katanya.

Sepanjang 2024, Pertamina telah melakukan pengeboran in­tensif dan massif dengan 22 Explo­ration, 821 Development, 981 Workover, serta 36.860 Well Intervention Well Services (WIWS).  

“Produksi migas Pertamina telah tembus 1 juta barel setara minyak. Pertamina terus mencari sumber cadangan migas baru untuk mendukung keberlanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Posting Foto Dan VideoMasa Kecil Al

Di sektor Midstream, Pertami­na terus mengoptimalkan kiner­ja kilang, yang telah berhasil mencapai Yield Valuable hingga 83,2 persen dengan volume intake rata-rata 320 juta barel. 

Di bisnis hilir, sepanjang 2024 Pertamina berhasil mencatatkan rekor penjualan BBM sebanyak 105 juta KL (kilo liter) naik 6 persen dibanding tahun 2023. 

Pada saat yang sama, Perta­mina sukses menjalankan pe­nu­gasan Pemerintah dalam penyalu­ran BBM Subsidi. 

“Dengan digitalisasi, Pertamina berhasil menjaga distribusi BBM Subsidi sesuai kuota yang ditetapkan Pemerintah, bahkan berhasil melakukan efisiensi,” jelasnya.

Pada bisnis gas, Pertamina berhasil mengelola 312 juta MMBTU (Million British Thermal Units) volume niaga gas. Sedangkan, volume transmisi gas meningkat 6 persen dibandingkan tahun 2023. Hal ini menunjukkan Pertamina menguasai 91 persen pasar gas bumi di Indonesia (market share). 

“Pada sektor integrated marine logistics, volume kargo diangkut mencapai 161 juta KL. Pertamina juga meningkatkan tonase kapal 24 persen dibanding tahun 2023,” ungkapnya.

Sementara, Pertamina New and Renewable Energy mampu mencapai total produksi listrik 8.475 GWh (Gigawatt per hour), naik 55 persen dibanding tahun lalu. Produksi listrik tersebut utama­nya dari beroperasinya PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) Jawa Satu Power. 

Di kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan, selain mencatat kinerja positif, Pertamina juga melakukan inovasi dalam operasional bisnisnya dengan lebih ramah lingkungan. 

Hasilnya, sepanjang 2024 Pertamina berhasil melakukan dekarbonisasi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) sebesar 1,7 juta ton CO2e (karbon dioksida ekuivalen). 

 Rombak Direksi

Baca juga : Perang Berkecamuk Di Dunia, Sri Mulyani Waswas

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina, selain menetapkan kinerja perusahaan, pemegang saham juga melakukan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina.

RUPS menetapkan Direksi baru Pertamina, yaitu Oki Muraza sebagai Wakil Direktur Utama, Jaffee Arizon Suardin sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur, Agung Wicaksono sebagai Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, serta Andy Arvianto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). 

Sedangkan M Erry Sugiharto yang sebelumnya menjabat se­bagai Direktur SDM, kini menjabat Direktur Penunjang Bisnis.

Sedangkan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris Pertamina, yaitu Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama dan Nanik S Deyang se­bagai Komisaris Independen.

Dengan demikian, susunan Direksi Pertamina menjadi, Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama Oki Muraza, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha A. Salyadi Dariah Saputra.

Lalu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Jaffee Arizon Suardin, Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur Penunjang Bisnis M Erry Sugiharto, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Agung Wicaksono dan Direktur Sumber Daya Manusia Andy Arvianto.

Sedangkan susunan Dewan Komisaris menjadi Komisaris Utama & Independen Mochammad Iriawan, Wakil Komisaris Utama Todotua Pasaribu, Komisaris Independen Condro Kirono, Raden Ajeng Sondaryani dan Nanik S Deyang, Komisaris Bambang Suswantono dan Heru Pambudi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.